Example floating
Example floating
Example 728x250
Olahraga

Pembinaan Karakter Jadi Fondasi Utama Pesepak Bola Usia Dini Menuju Indonesia Emas 2045

25
×

Pembinaan Karakter Jadi Fondasi Utama Pesepak Bola Usia Dini Menuju Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, JAKARTA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menegaskan bahwa arah pembinaan pesepak bola usia dini di tanah air harus melampaui orientasi mengejar trofi dan kemenangan semata.

Di tengah menjamurnya kompetisi kelompok umur, pembentukan karakter luhur dinilai menjadi fondasi paling krusial untuk mencetak generasi masa depan yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.

Example 300x600

Pandangan strategis ini disampaikan oleh Bendahara Umum DPP LDII, Richan Nurhasan Mudzakar, di sela-sela menghadiri Festival Kick Off Piala Bela Negara 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, Sabtu (25/7/2026).

Turnamen berskala nasional ini menjadi magnet bagi sekitar 11.000 pesepak bola muda usia 10 dan 12 tahun dari berbagai penjuru tanah air.

Mengintegrasikan 29 Karakter Luhur ke Lapangan Hijau

Menurut Richan, sepak bola merupakan instrumen yang sangat efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai kepribadian positif pada anak sejak dini.

Oleh sebab itu, pembinaan yang digulirkan melalui Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) tidak sekadar mengasah kemampuan taktis dan fisik di lapangan.

“Program ini sejalan dengan cetak biru pembinaan karakter yang selama ini konsisten dijalankan oleh LDII. Melalui sepak bola, anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain, tetapi juga ditempa untuk membangun karakter,” ungkap Richan.

LDII sendiri memiliki panduan “29 Karakter Luhur” dalam membina generasi muda.

Dalam konteks sepak bola, Richan menilai nilai-nilai seperti kerukunan, kekompakan, disiplin, tanggung jawab, dan soliditas tim menjadi kunci utama.

“Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal hidup esensial bagi mereka, bukan hanya saat mengenakan jersi di lapangan, melainkan ketika mereka kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat,” imbuhnya. Ia juga mengingatkan agar atmosfer kompetisi usia dini diisi dengan sportivitas, di mana menang atau kalah dipandang sebagai bagian dari proses belajar yang mendewasakan.

Sinergi Pembinaan Berjenjang dan Semangat Bela Negara

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum FORSGI, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa festival nasional ini merupakan bagian dari rantai pembinaan berjenjang yang dirancang untuk menjaring dan mematangkan talenta-talenta emas sejak usia dini.

“Kami berkomitmen agar pembinaan usia dini ini menjadi fondasi kokoh lahirnya pilar-pilar terbaik sepak bola nasional, yang kelak mampu membawa nama Indonesia bersaing di panggung internasional,” jelas Agus.

Ajang Piala Bela Negara 2026 ini resmi dibuka oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema.

Dalam pidato pembukaannya, Jenderal bintang tiga tersebut menggarisbawahi peran strategis olahraga dalam menumbuhkan jiwa bela negara, kedisiplinan, dan kesehatan mental-fisik generasi muda.

Gabriel mengingatkan bahwa anak-anak yang berkompetisi hari ini merupakan motor penggerak saat Indonesia menikmati puncak bonus demografi pada tahun 2045.

Oleh karena itu, investasi pada pembinaan karakter melalui olahraga memerlukan sinergi berkelanjutan antara keluarga, institusi pendidikan, organisasi masyarakat, hingga pemerintah.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *