Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Pemkab Sidoarjo Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Jakarta Barat

108
×

Pemkab Sidoarjo Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Jakarta Barat

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kembali menjadi rujukan bagi daerah lain dalam pengembangan tata kelola persampahan yang berkelanjutan.

Kali ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat melakukan studi tiru untuk mempelajari strategi pengurangan dan pengolahan sampah berbasis sumber, termasuk inovasi pengelolaan lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jumat (4/9/2026).

Example 300x600

Rombongan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Lin Mutmainnah.

Kunjungan tersebut diterima Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo Dr. Moh. Bahrul Amig, S.Sos., M.M., bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo Arif Mulyono, S.STP., M.HP.

Studi tiru diawali dengan kunjungan ke Kantor DLHK Kabupaten Sidoarjo, kemudian dilanjutkan ke TPS 3R Pelangi di Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, serta TPA Griyo Mulyo.

Rangkaian kunjungan tersebut difokuskan pada upaya pengurangan sampah sejak dari sumber, pemilahan, pengolahan, hingga strategi pengendalian dampak lingkungan sebelum sampah memasuki area pemrosesan akhir.

Lin Mutmainnah menilai keberadaan dan penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) memiliki peran strategis dalam menekan timbulan sampah yang berakhir di TPA.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak semestinya hanya bertumpu pada tempat pemrosesan akhir, tetapi harus dimulai dari tingkat masyarakat.

“Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Lin.

Selain konsep TPS 3R, rombongan Jakarta Barat juga menaruh perhatian terhadap inovasi Eco Lindi yang diterapkan di TPA Griyo Mulyo.

Teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan dalam pengelolaan cairan lindi sekaligus membantu mengendalikan persoalan bau yang kerap menjadi tantangan dalam operasional TPA.

“Yang menarik di sini, ada cairan Eco-Lindi yang disemprotkan untuk menghilangkan bau,” katanya.

Pengalaman yang diperoleh selama studi tiru tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya.

Bahkan, Jakarta Barat berencana mengadaptasi konsep TPS 3R Sidoarjo melalui pembangunan TPS 3R percontohan di Meruya Selatan.

“Insyaallah kami akan menjadikan ini sebuah semangat untuk membentuk atau membangun TPS 3R percontohan yang berada di Meruya Selatan dengan kolaborasi dan aksi nyata setelah itu,” ungkap Lin.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Sidoarjo Dr. Moh. Bahrul Amig menyambut positif kunjungan tersebut.

Ia menilai studi tiru bukan sekadar forum untuk melihat praktik yang telah berjalan, melainkan menjadi ruang bertukar pengalaman, gagasan, serta inovasi dalam menghadapi persoalan persampahan yang semakin kompleks.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi penting karena pengelolaan lingkungan membutuhkan pendekatan yang adaptif dan berkelanjutan.

Setiap daerah memiliki karakteristik, kapasitas, serta tantangan yang berbeda sehingga praktik yang diterapkan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Hal senada disampaikan Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo Arif Mulyono. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi maupun satu daerah secara sendiri-sendiri.

Dibutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sistem persampahan yang efektif.

“Sidoarjo merasa kita pun juga tidak yang terbaik. Ini akan berkolaborasi bahwa teman-teman juga membawa ilmu yang bisa kita adopsi untuk bisa kita optimalkan dalam pengelolaan sampah di Sidoarjo,” jelas Arif.

Arif menambahkan, penguatan pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumber melalui TPS 3R merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban TPA.

Di sisi lain, pendekatan tersebut juga dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin aktif dalam memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang.

Studi tiru Pemkot Administrasi Jakarta Barat ke Sidoarjo sekaligus menegaskan pentingnya pertukaran pengetahuan dan inovasi antardaerah dalam menjawab tantangan persampahan.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut dalam bentuk penerapan praktik, pengembangan inovasi, serta aksi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui penguatan TPS 3R hingga inovasi pengelolaan lindi di TPA, pengalaman Sidoarjo menjadi referensi bagi Jakarta Barat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan sesuai karakteristik wilayahnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *