Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Pemkab Sidoarjo Siapkan Masa Depan Warga Binaan

85
×

Pemkab Sidoarjo Siapkan Masa Depan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat pelayanan sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Langkah ini mencakup perbaikan fasilitas dan program pemberdayaan warga binaan.

Selain meningkatkan kenyamanan penghuni, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan peluang kerja bagi warga binaan yang telah pulih. Melalui program tersebut, pemerintah ingin mendorong kemandirian mereka. Upaya ini sekaligus membantu mereka kembali beradaptasi dengan masyarakat.

Example 300x600

Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmen itu saat meninjau Liponsos pada Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, R. Mharta Wara Kusuma. Keduanya meninjau kondisi fasilitas dan mengevaluasi kebutuhan pelayanan bagi penghuni.

Pemkab Sidoarjo Siapkan Peluang Kerja

Subandi menilai warga binaan yang telah pulih membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah perlu membantu mereka membangun kembali kepercayaan diri. Selain itu, warga binaan juga perlu meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial.

“Warga binaan yang sudah sembuh perlu perhatian agar bisa kembali beradaptasi dengan lingkungan luar. Kemampuan komunikasi dan interaksi sosial mereka harus dipulihkan,” ujar Subandi.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemkab Sidoarjo menyiapkan peluang kerja bagi warga binaan yang siap kembali ke masyarakat. Salah satu rencananya mencakup penempatan tenaga kerja melalui skema alih daya (outsourcing) di sejumlah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa).

Untuk mendukung rencana itu, Subandi meminta Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang Sidoarjo memetakan kebutuhan tenaga kerja di setiap Rusunawa. Hasil pemetaan tersebut akan membantu pemerintah menentukan posisi yang sesuai.

Selanjutnya, warga binaan yang memenuhi kriteria akan menjalani masa percobaan. Pemerintah kemudian menempatkan mereka sesuai kebutuhan dan kemampuan. Dengan mekanisme ini, warga binaan dapat mengenal lingkungan kerja secara bertahap.

Melalui program tersebut, mereka berpeluang memperoleh pengalaman kerja sekaligus mengembangkan keterampilan. Dengan demikian, kesempatan bekerja tidak hanya membantu proses adaptasi, tetapi juga mendorong kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.

Pemkab Perbaiki Kasur dan Toilet Liponsos

Di sisi lain, Subandi menyoroti kondisi fasilitas Liponsos yang membutuhkan pembenahan. Ia menempatkan tempat tidur dan toilet sebagai prioritas perbaikan. Kedua fasilitas tersebut berperan penting dalam menjaga kenyamanan dan kesehatan penghuni.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkab Sidoarjo menyiapkan anggaran pengadaan kasur baru bagi seluruh penghuni. Pemerintah memperkirakan harga setiap kasur mencapai Rp900.000. Pengadaan tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan warga binaan selama menjalani pembinaan.

Selain mengganti kasur, Pemkab Sidoarjo juga merencanakan renovasi menyeluruh fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Perbaikan ini akan menunjang kebersihan lingkungan. Dengan kondisi yang lebih layak, penghuni dapat menikmati fasilitas sanitasi yang lebih baik.

Karena itu, pembenahan sarana menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas pelayanan sosial. Pemerintah tidak hanya berfokus pada kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mendukung proses pemulihan warga binaan.

Liponsos Sidoarjo Menampung 130 Warga Binaan

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial (UPT PP-Rehsos) Dinas Sosial Sidoarjo, Liponsos saat ini menampung 130 warga binaan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 orang merupakan laki-laki dan 51 orang perempuan. Mereka berasal dari berbagai kelompok yang membutuhkan perlindungan dan pelayanan sosial.

Kelompok tersebut meliputi gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan, lanjut usia terlantar, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Karena memiliki kebutuhan yang beragam, setiap penghuni memerlukan perhatian sesuai kondisi masing-masing.

Sementara itu, data UPT PP-Rehsos mencatat 10 orang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Sebanyak sembilan orang lainnya mendapatkan perawatan di RS Anwar Medika.

Data tersebut memperlihatkan pentingnya pelayanan yang menyeluruh. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan perawatan sekaligus mendukung pemulihan fungsi sosial setiap warga binaan.

Perkuat Pelayanan dan Kemandirian Warga Binaan

Pemkab Sidoarjo mengarahkan pembenahan Liponsos pada dua aspek utama, yakni peningkatan fasilitas dan pemberdayaan penghuni. Perbaikan sarana membantu memenuhi kebutuhan dasar. Sementara itu, program kerja membuka peluang bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Selain menyediakan fasilitas yang layak, pemerintah juga perlu memperkuat pendampingan sosial. Dukungan tersebut membantu warga binaan membangun kepercayaan diri dan meningkatkan keterampilan. Dengan begitu, mereka memiliki bekal lebih baik untuk kembali berinteraksi dengan masyarakat.

Pada akhirnya, Pemkab Sidoarjo ingin menjadikan Liponsos sebagai tempat pemulihan sekaligus ruang pengembangan kemandirian. Melalui perbaikan fasilitas, pendampingan, dan peluang kerja, pemerintah berharap warga binaan dapat menjalani kehidupan secara lebih mandiri dan produktif setelah pulih.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *