Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Pemkot Malang Dorong Kampung Sehat dan Mandiri

102
×

Pemkot Malang Dorong Kampung Sehat dan Mandiri

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengajak masyarakat menjadikan kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari. Ia menegaskan, kemajuan kota tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kepedulian warga terhadap lingkungan.

Wahyu menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Sosialisasi Penyelenggaraan Lomba Kampung Mbois 2026 di Mini Block Office (MBO) lantai 4, Kota Malang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar kegiatan ini untuk menggerakkan masyarakat dalam menciptakan permukiman yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan.

Example 300x600

Menurut Wahyu, pemerintah membutuhkan partisipasi warga untuk menjaga kualitas lingkungan. Karena itu, ia mengajak masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga, RT, RW, hingga kelurahan untuk mengambil peran nyata.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” tegas Wahyu dalam sambutannya.

Kampung Mbois Perkuat Ngalam Rijik dan Ngalam Seger

Wahyu menjelaskan bahwa Lomba Kampung Mbois mendukung program Dasa Bakti Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, terutama Ngalam Rijik dan Ngalam Seger.

Melalui Ngalam Rijik, Pemkot Malang mengajak warga membangun kebiasaan hidup bersih dan tertib. Sementara itu, Ngalam Seger mendorong masyarakat menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, asri, dan nyaman.

Wahyu meminta masyarakat menjalankan kedua program tersebut melalui tindakan nyata. Ia tidak ingin warga hanya menjaga kebersihan ketika pemerintah menggelar kegiatan tertentu.

Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, pengurus RW, kader lingkungan, dan masyarakat memperkuat kolaborasi. Sinergi tersebut dapat membantu setiap wilayah mengembangkan cara pengelolaan lingkungan sesuai kebutuhan dan potensi lokal.

Lima Unsur Kampung Mbois Jadi Pedoman

Lomba Kampung Mbois mengusung lima unsur utama, yakni mandiri, bersih, olah sampah, indah, dan sehat. Kelima unsur ini menjadi pedoman warga untuk membangun lingkungan yang tertata sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat.

Unsur mandiri mendorong warga mengembangkan kemampuan dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Melalui unsur bersih, masyarakat membiasakan diri menjaga kebersihan dan mengurangi timbulan sampah.

Selanjutnya, unsur olah sampah mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah. Masyarakat juga dapat mengolah sampah organik menjadi kompos, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mengembangkan bank sampah. Langkah tersebut membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Adapun unsur indah mendorong warga menata permukiman, menambah penghijauan, dan merawat fasilitas umum. Sementara itu, unsur sehat mengajak masyarakat menjaga sanitasi, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta membersihkan saluran drainase untuk mencegah pencemaran.

Wahyu menegaskan bahwa kampung yang tampak rapi belum tentu memiliki pengelolaan lingkungan yang baik. Warga juga perlu mengelola sampah, menjaga sanitasi, dan merawat lingkungan secara konsisten.

“Lomba Kampung Mbois bukan semata-mata ajang untuk mencari juara atau memperoleh penghargaan. Lomba ini harus menjadi pemicu lahirnya gerakan bersama dan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lingkungan,” ujarnya.

Camat, Lurah, dan Ketua RW Harus Bergerak

Wahyu meminta camat dan lurah mendampingi warga selama pelaksanaan Lomba Kampung Mbois 2026. Mereka perlu menjelaskan tujuan program, tahapan kegiatan, serta kriteria penilaian agar masyarakat memahami arah lomba.

Ia juga mengajak ketua RW menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing. Para ketua RW dapat mengaktifkan kader lingkungan, memperkuat komunikasi antarwarga, dan mengajak masyarakat melakukan kerja bakti.

Selain itu, warga perlu membiasakan pemilahan sampah, membersihkan drainase, serta merawat tanaman dan fasilitas umum. Langkah sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar jika masyarakat melakukannya secara rutin.

Wahyu menilai inovasi lingkungan tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Warga dapat memulainya dengan memisahkan sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menjaga kebersihan halaman, serta merawat fasilitas bersama.

Ia berharap setiap RW mampu mengembangkan gagasan sesuai karakteristik lingkungannya. Dengan begitu, warga tidak hanya mempercantik kampung menjelang penilaian, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga lingkungan sepanjang tahun.

Wahyu Tekankan Keberlanjutan, Bukan Sekadar Juara

Wahyu mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan penilaian lomba sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada kemampuan warga mempertahankan kebiasaan baik setelah kompetisi berakhir.

“Jangan sampai kebersihan dan keindahan kampung hanya dipersiapkan untuk menghadapi lomba. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebiasaan baik tersebut terus berjalan setelah lomba selesai,” pesannya.

Melalui sosialisasi ini, DLH Kota Malang mengajak peserta memahami tujuan dan indikator lomba sekaligus bertukar pengalaman. Forum tersebut juga membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan gagasan baru dalam pengelolaan sampah dan penataan permukiman.

Wahyu optimistis, keterlibatan masyarakat dari tingkat RW hingga kelurahan akan memperkuat upaya Pemkot Malang dalam meningkatkan kualitas lingkungan. Partisipasi warga juga membantu menciptakan permukiman yang sehat, nyaman, dan layak huni.

Pada akhirnya, Pemkot Malang ingin menjadikan Ngalam Rijik dan Ngalam Seger sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Pemerintah mengajak masyarakat memperkuat gotong royong, mengelola sampah secara bertanggung jawab, dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *