Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Pemkot Malang Fokus Tangani Kebakaran Supit Urang

86
×

Pemkot Malang Fokus Tangani Kebakaran Supit Urang

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG  – Pemerintah Kota Malang menambah kekuatan peralatan untuk mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Langkah ini menyasar titik api yang sulit dijangkau sekaligus mengurangi risiko paparan asap terhadap kesehatan masyarakat.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, mengatakan evaluasi lapangan menunjukkan perlunya tambahan peralatan untuk memperluas jangkauan pemadaman. Pemkot Malang kini menyiapkan dukungan dua hingga tiga kali lipat dari kapasitas sebelumnya.

Example 300x600

Berdasarkan perhitungan petugas, peralatan yang tersedia mampu menangani area sepanjang sekitar 200 meter dalam dua jam. Melalui penambahan peralatan, Pemkot menargetkan jangkauan pemadaman mencapai 400–600 meter dalam durasi yang sama.

“Kami berupaya meningkatkan kapasitas pemadaman dengan menambah peralatan dua hingga tiga kali lipat. Kebutuhan yang kami hitung sekitar 16 unit kendaraan atau peralatan suplai air dan delapan unit alat injeksi air untuk mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau,” ujar Ali.

Pemkot Tambah Peralatan untuk Menjangkau Titik Api

Ali menjelaskan, pengamatan visual menunjukkan kebakaran telah menjangkau area sekitar delapan hektare. Sementara itu, panjang area yang memerlukan penanganan mencapai perkiraan lebih dari 4.000 meter.

Petugas terus menyesuaikan kebutuhan peralatan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Sebab, karakteristik lahan, akses menuju titik api, dan kondisi cuaca memengaruhi efektivitas pemadaman.

Kontur lahan yang tinggi menyulitkan petugas mengangkut peralatan ke sejumlah titik. Selain itu, suhu panas, angin kencang, dan rumput kering meningkatkan risiko perambatan api.

Untuk memperkuat penanganan, Pemkot Malang menggalang dukungan dari Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Batu, TNI, kepolisian, dan pihak swasta. Kolaborasi tersebut mencakup penyediaan kendaraan atau peralatan suplai air, alat injeksi air, serta tandon.

Petugas juga mengatur titik pengambilan air agar pasokan tetap mengalir selama proses pemadaman. Dengan pengaturan tersebut, tim dapat menjaga kesinambungan suplai sekaligus memperluas jangkauan penanganan.

“Pengambilan air juga sudah kami perhitungkan, termasuk titik-titik sumber air yang bisa digunakan agar suplai tetap tersedia selama pemadaman berlangsung,” kata Ali.

Pemkot berharap tambahan peralatan dan personel lintas instansi mampu mempercepat penanganan kebakaran. Ali membandingkan upaya saat ini dengan kejadian sebelumnya yang membutuhkan waktu hampir dua pekan untuk penanganan menggunakan sumber daya yang tersedia kala itu.

Namun, Pemkot belum menetapkan batas waktu penyelesaian kebakaran. Petugas masih menyesuaikan strategi dengan kondisi medan dan perkembangan titik api.

Pemkot Siagakan Puskesmas untuk Warga Terdampak Asap

Selain memperkuat pemadaman, Pemkot Malang meningkatkan kesiapsiagaan layanan kesehatan untuk melindungi warga dari paparan asap. Ali menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait, rumah sakit daerah, dan seluruh puskesmas di Kota Malang.

Pemkot juga membagikan masker kepada warga di kawasan terdampak. Pemerintah mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Ali meminta warga yang mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan asap agar segera mendatangi puskesmas terdekat.

“Kalau ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat dampak asap, silakan segera mendatangi puskesmas terdekat. Kami sudah meminta fasilitas kesehatan untuk bersiaga,” tuturnya.

Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, Pemkot memfasilitasi pengobatan gratis bagi warga di sekitar TPA Supit Urang. Puskesmas yang melayani kawasan tersebut memberikan penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien.

Ali juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak kebakaran, terutama gangguan akibat asap. Ia menegaskan bahwa Pemkot terus mengupayakan akses pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak, termasuk masyarakat di wilayah sekitar yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.

DLH Minta Warga Waspada terhadap Asap

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama kebakaran berlangsung.

Raymond mengimbau warga menggunakan masker ketika beraktivitas di kawasan yang terpapar asap. Ia juga meminta masyarakat segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan.

Terkait penyebab kebakaran, Raymond mengungkapkan adanya informasi mengenai dugaan aktivitas pembakaran sampah oleh warga di sisi selatan TPA Supit Urang. Namun, ia menegaskan bahwa kepolisian perlu menelusuri informasi tersebut untuk memastikan penyebab kejadian dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

“Untuk masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, segera saja ke puskesmas. Terkait penyelidikan penyebab kebakaran, itu menjadi kewenangan kepolisian,” ujarnya.

Pemkot Fokus Kendalikan Api dan Lindungi Masyarakat

Hingga keterangan tersebut disampaikan, Pemkot Malang belum memiliki angka pasti mengenai jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran. Karena itu, pemerintah meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

Pemkot kini memprioritaskan tiga langkah utama, yakni memperkuat pemadaman, menjaga kelancaran pasokan air, dan meningkatkan kesiapan layanan kesehatan. Melalui koordinasi lintas instansi, pemerintah berharap petugas dapat mengendalikan kebakaran sekaligus menekan dampaknya terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *