JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang makin memantapkan integrasi lintas sektor untuk mempercepat optimalisasi pendaftaran Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan transformasi penyaluran bantuan sosial berjalan transparan, tepat sasaran, serta berbasis pemutakhiran data secara real-time.
Efektivitas pendataan digital ini bertumpu pada sinergi antar-instansi. Tak sekadar mengandalkan Dinas Sosial P3AP2KB, Dispendukcapil, dan Diskominfo, Pemkot Malang turut mengintegrasikan sektor pendidikan dan layanan kesehatan.
Formasi kolaboratif ini terwujud dalam agenda sosialisasi dan registrasi massal di Puskesmas Kedungkandang pada Jum’at (14/8/2026).
Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari, menegaskan bahwa pendekatan pelayanan publik terpadu menjadi syarat mutlak kesuksesan program ini.
Penetrasi Layanan Publik: Fasilitas kesehatan masyarakat dipilih sebagai titik krusial untuk menyisir warga yang membutuhkan secara langsung.
Jaminan Keamanan Data: Proses verifikasi Agen Perlinsos diperkuat oleh sistem Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilengkapi pemindaian biometrik wajah, guna menjamin privasi dan mencegah penyalahgunaan data warga.
Penyempurnaan Data Berkelanjutan: Integrasi data kependudukan secara berkala memastikan keakuratan basis penerima manfaat di tingkat daerah.
Dukungan serupa ditegaskan oleh Kepala Puskesmas Kedungkandang, dr. Kholida Nur’ain. Pihaknya mengoptimalkan area pelayanan umum dan ruang tunggu pasien sebagai sarana edukasi serta fasilitas pendaftaran langsung bagi masyarakat.
Melalui konsolidasi lintas institusi ini, Kota Malang tidak hanya memperluas jangkauan registrasi, tetapi juga meletakkan fondasi tata kelola perlindungan sosial yang inklusif, modern, dan akuntabel.(*)
Sumber Berita : Prokopim Pemkot Malang
















