Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Polresta Malang Kota Dorong Pendekatan Psikologis Cegah Kenakalan Remaja

88
×

Polresta Malang Kota Dorong Pendekatan Psikologis Cegah Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG KOTA – Upaya mencegah kenakalan remaja di lingkungan pendidikan terus didorong melalui pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya mengandalkan penegakan disiplin, tetapi juga penguatan karakter dan pendampingan psikologis.

Komitmen tersebut disampaikan Kasi Keuangan Polresta Malang Kota AKP Totok Haryanto, yang akrab disapa Ustad Totok, saat memberikan sosialisasi strategi pembinaan karakter dan pemanfaatan metode hipnoterapi kepada para kepala SMP Negeri se-Kota Malang.

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMPN 20 Kota Malang itu diikuti Ketua MKKS Kota Malang Agus Wahyudi bersama 25 kepala SMP Negeri se-Kota Malang.

Dalam paparannya, AKP Totok menekankan bahwa pencegahan kenakalan remaja perlu dilakukan sejak dini melalui sinergi antara sekolah, keluarga, kepolisian, serta tenaga atau pihak yang memiliki kompetensi dalam pendampingan psikologis.

Menurutnya, persoalan perilaku peserta didik tidak semestinya hanya dilihat sebagai masalah kedisiplinan. Jika tidak ditangani secara tepat, persoalan tersebut dapat berdampak terhadap masa depan anak, keluarga, maupun lingkungan sosial.

“Kenakalan remaja harus dicegah sejak dini karena dampaknya bisa panjang, bukan hanya bagi anak, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” ujar Totok.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah hipnoterapi. Metode ini dikenalkan sebagai alternatif pendampingan yang diarahkan untuk membantu peserta didik membangun pola pikir dan perilaku yang lebih positif melalui relaksasi serta sugesti positif.

Namun, Totok menegaskan bahwa penanganan persoalan pelajar tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak. Pendekatan psikologis tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus berjalan bersama komunikasi yang baik, pembinaan karakter, keterlibatan keluarga, serta dukungan profesional.

Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala sekolah turut menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menangani persoalan peserta didik. Salah satunya keterbatasan biaya ketika sekolah membutuhkan layanan psikolog.

Selain itu, masih ditemukan kondisi ketika keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan anak belum optimal. Para kepala sekolah juga mendorong penguatan program sambang sekolah oleh kepolisian sebagai langkah preventif.

Dalam forum tersebut, SMPN 11 Malang disebut belum memperoleh program sambang sekolah. Kondisi itu menjadi salah satu perhatian peserta untuk memperluas sinergi antara kepolisian dan satuan pendidikan.

Para kepala sekolah juga mengusulkan adanya nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Kota Malang dan Polresta Malang Kota. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat program pembinaan, edukasi, serta pendampingan pelajar secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

AKP Totok menyambut positif berbagai masukan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang lebih kuat, sehingga persoalan kenakalan remaja tidak hanya ditangani setelah terjadi, tetapi dapat diantisipasi sejak awal.

Sosialisasi ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan upaya preventif di lingkungan pendidikan Kota Malang. Dengan keterlibatan sekolah, keluarga, kepolisian, dan dukungan tenaga profesional, lingkungan pendidikan diharapkan semakin aman, sehat, serta mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal.(*)

 

Sumber Humas Polresta Malang Kota

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *