Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Polresta Malang Pantau 24 SPBU, Antrean Masih Normal

88
×

Polresta Malang Pantau 24 SPBU, Antrean Masih Normal

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Polresta Malang Kota memperketat pengawasan distribusi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di 24 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Polisi memastikan antrean kendaraan masih terkendali, kendati sejumlah lokasi kehabisan beberapa jenis BBM dan menunggu kiriman pasokan.

Petugas melakukan pengecekan langsung pada Minggu (18/10/2026), mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas pengisian BBM di wilayah Kota Malang masih berjalan relatif normal.

Example 300x600

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. mengarahkan jajarannya untuk terus memantau situasi di lapangan. Ia juga meminta personel menjalin komunikasi dengan pengelola SPBU dan Pertamina guna memperoleh informasi terbaru mengenai stok BBM.

Peningkatan kebutuhan bahan bakar, terutama Pertalite, menjadi salah satu perhatian kepolisian. Lonjakan konsumsi tersebut berpotensi memicu antrean lebih panjang sekaligus mempercepat penurunan persediaan di sejumlah SPBU.

“Pemantauan dan koordinasi terus kami lakukan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, memastikan informasi ketersediaan BBM, serta mengantisipasi dampak antrean terhadap kelancaran lalu lintas,” demikian arahan Danang yang menjadi pedoman bagi personel di lapangan.

Polisi Awasi SPBU di Jalur Padat Kendaraan

Polresta Malang Kota mengerahkan personel dari Polsek Blimbing, Lowokwaru, Klojen, Kedungkandang, dan Sukun untuk memeriksa ketersediaan BBM serta perkembangan antrean secara berkala.

Pengawasan turut menyasar SPBU yang berada di jalur utama dan akses penghubung antarkawasan. Lokasi tersebut menjadi perhatian karena pergerakan kendaraan dari luar daerah, aktivitas warga, serta perjalanan wisata akhir pekan dapat meningkatkan kebutuhan bahan bakar.

Sejumlah titik pemantauan meliputi SPBU di Jalan Letjen S. Parman, Jalan Panji Suroso, Jalan Raden Intan, kawasan Tlogomas, Jalan Ki Ageng Gribig, hingga Jalan Raya Lowokdoro.

Berdasarkan catatan petugas pada Minggu pagi, antrean di sejumlah lokasi belum menunjukkan gangguan berarti terhadap arus lalu lintas.

SPBU di Jalan Letjen S. Parman, Kecamatan Blimbing, mencatat sekitar 15 sepeda motor dalam antrean. Sementara itu, petugas mendapati sekitar 10 sepeda motor mengantre di SPBU Jalan Mayjen Wiyono.

Meski situasi masih terkendali, polisi tetap mengawasi perkembangan antrean untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi menghambat pengguna jalan lainnya.

Sejumlah SPBU Menunggu Tambahan Pasokan

Hasil pemeriksaan selama dua jam tersebut memperlihatkan bahwa persoalan di sejumlah SPBU tidak hanya berkaitan dengan antrean, tetapi juga ketersediaan jenis BBM tertentu.

Beberapa lokasi melaporkan stok produk tertentu telah habis. Pengelola SPBU masih menunggu pasokan berikutnya agar pelayanan kepada konsumen dapat kembali berjalan optimal.

Di Kecamatan Blimbing, misalnya, petugas menemukan antrean yang relatif normal meskipun sejumlah produk BBM belum tersedia. Polisi terus memantau perkembangan kondisi tersebut untuk mengetahui perubahan stok dan situasi pelayanan.

Pemantauan di lima kecamatan menjadi bagian dari upaya kepolisian memperoleh gambaran mengenai distribusi BBM di Kota Malang. Data lapangan juga menjadi dasar koordinasi dengan pihak terkait apabila muncul kendala pasokan atau antrean mulai meningkat.

Pengendara Diminta Mengatur Pengisian BBM

Polresta Malang Kota mengingatkan pengendara agar tidak menunggu tangki bahan bakar hampir kosong sebelum mencari SPBU. Masyarakat sebaiknya memperhitungkan kebutuhan BBM sejak awal, terutama ketika hendak menempuh perjalanan jauh atau bepergian pada akhir pekan.

Pengendara juga dapat memanfaatkan SPBU yang tersedia di sepanjang rute perjalanan. Dengan perencanaan tersebut, pengemudi dapat mengurangi risiko kehabisan bahan bakar di tengah jalan.

Kendaraan yang berhenti akibat kehabisan BBM berpotensi menghambat arus lalu lintas. Kondisi itu juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan mogok di jalur padat atau lokasi yang minim ruang berhenti.

Selain mengatur kebutuhan bahan bakar, masyarakat perlu mengikuti informasi resmi mengenai ketersediaan BBM. Polisi turut mengingatkan pengendara agar mematuhi arahan petugas, tidak menyerobot antrean, serta menghindari berhenti sembarangan di badan jalan.

Koordinasi dengan Pertamina Terus Berjalan

Polresta Malang Kota melanjutkan koordinasi dengan pengelola SPBU dan Pertamina untuk memantau kelancaran pasokan BBM. Kepolisian juga menyatakan akan menyelidiki apabila menemukan indikasi penyimpangan distribusi atau penimbunan BBM bersubsidi.

Langkah tersebut bertujuan menjaga agar kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi tanpa menimbulkan gangguan ketertiban maupun kemacetan.

Melalui pengawasan di lapangan, kepolisian berharap distribusi BBM tetap berjalan lancar, pengendara memperoleh informasi yang memadai, dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat di Kota Malang tetap kondusif.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *