JATIMTERBARU.COM, MALANG — Kepedulian terhadap mahasiswa asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terdampak bencana gempa bumi terus menguat di Malang Raya.
Melalui Posko Peduli Flores Malang Raya, sebanyak 210 paket sembako mulai disalurkan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi mahasiswa yang tengah menghadapi dampak musibah di daerah asal mereka.
Penyaluran bantuan tahap pertama tersebut dipusatkan di Posko Peduli Flores Malang Raya, Jalan Mayjen Panjaitan Nomor 22B, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Bantuan diberikan secara bertahap melalui organisasi daerah (orda) yang mewakili tujuh kabupaten di wilayah Flores terdampak bencana.
Setiap paket sembako berisi sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras 5 kilogram, minyak goreng, mi instan, telur, pasta gigi, sikat gigi, sabun, sampo, serta berbagai kebutuhan penunjang lainnya.
Ketua Posko Peduli NTT, George Da Silva, mengatakan penyaluran dilakukan secara terstruktur melalui masing-masing organisasi daerah untuk memastikan bantuan diterima secara tertib, adil, dan sesuai dengan data penerima yang telah dihimpun.
“Untuk tahap pertama kami menyiapkan 210 paket. Bantuan ini dibagikan kepada tujuh wilayah terdampak melalui organisasi daerah masing-masing,” ujar George, Kamis (10/9/2026).
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pengelola posko menerapkan mekanisme verifikasi identitas bagi seluruh calon penerima. Mahasiswa yang terdaftar diwajibkan hadir secara langsung dengan membawa KTP dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) asli.
Proses pengambilan bantuan juga tidak dapat diwakilkan. Paket sembako hanya diberikan kepada mahasiswa yang namanya telah tercantum dalam data resmi organisasi daerah masing-masing.
Penyaluran berlangsung selama tiga hari, mulai pukul 15.30 hingga 19.00 WIB, dengan pembagian berdasarkan wilayah asal mahasiswa.
Pada Rabu, 9 September 2026, penyaluran diperuntukkan bagi mahasiswa asal Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka (Maumere), dan Kabupaten Nagekeo.
Selanjutnya, Kamis, 10 September 2026, bantuan disalurkan kepada mahasiswa asal Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur. Sementara pada Jumat, 11 September 2026, giliran mahasiswa asal Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat.
George menjelaskan, keterbatasan jumlah bantuan membuat pihak posko harus melakukan pendataan dan seleksi secara cermat. Prioritas diberikan dengan mempertimbangkan kondisi serta tingkat kebutuhan mendesak masing-masing mahasiswa.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian masyarakat NTT di perantauan terhadap sesama yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan hasil kolaborasi Forum Pemuda NTT (FP NTT) Malang Raya, Paguyuban Sesepuh NTT Malang Raya, dan Flobamora Batu.
Gerakan solidaritas ini sekaligus membuka ruang bagi masyarakat maupun donatur yang ingin mengambil bagian dalam membantu mahasiswa terdampak. Informasi mengenai perkembangan kegiatan dapat dipantau melalui akun Instagram resmi @fpnttmalangraya, dengan semangat #BakuLihatBakuJagaBakuSayang.
Melalui gerakan tersebut, Posko Peduli Flores Malang Raya berupaya memastikan bahwa kepedulian tidak berhenti pada simpati, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata untuk meringankan beban mahasiswa terdampak bencana.
















