JATIMTERBARU.COM, MALANG — Semangat olahraga, kebersamaan, dan persaudaraan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Malang.
Memanfaatkan momentum tersebut, klub tenis Saminten (Sabtu-Minggu Tenis) menggelar Saminten Cup III, sekaligus memperingati hari jadi komunitas yang memasuki usia ke-16.
Rangkaian turnamen internal itu mencapai puncaknya melalui pertandingan semifinal dan final yang digelar Minggu (13/9/2026) di lapangan tenis tempat komunitas Saminten beraktivitas di Kota Malang.
Berlangsung selama sekitar dua pekan, Saminten Cup III tidak sekadar menjadi arena kompetisi untuk memperebutkan gelar juara.
Turnamen tersebut juga menjadi wadah bagi para anggota untuk menjaga kebugaran, mempererat komunikasi, sekaligus merawat ikatan persaudaraan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Pembina Klub Saminten, Eko, mengatakan turnamen tersebut merupakan agenda rutin yang digelar sebagai bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI sekaligus ulang tahun komunitas.
“Ini yang ketiga. Alhamdulillah hari ini sudah masuk partai final. Sebelumnya pertandingan berlangsung sekitar dua minggu, mulai babak awal hingga semifinal dan final,” ujar Eko.
Menurutnya, kompetisi bukan semata-mata mengenai siapa yang keluar sebagai pemenang.
Semangat kebersamaan justru menjadi nilai utama yang ingin dipertahankan Saminten.
Para peserta tetap mendapatkan apresiasi melalui hadiah hiburan, piala tetap, serta piala bergilir yang menjadi bagian dari tradisi turnamen.
Sebagai informasi, komunitas Saminten, tenis merupakan sarana untuk mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang dalam suasana yang sehat dan penuh keakraban.
Prinsip tersebut menjadi karakter utama komunitas, yakni menjadikan silaturahmi, rekreasi, olahraga, sikap sportif, dan kesehatan sebagai satu kesatuan.
“Menang belum pasti, yang pasti kita silaturahmi,” tegas Eko.
Semangat kebersamaan itu tidak berhenti di lapangan tenis. Para anggota Saminten secara rutin menggelar kegiatan rekreasi bersama ke berbagai daerah.
Dalam perjalanan komunitas selama ini, tercatat sekitar 24 kegiatan luar daerah telah dilakukan, mulai dari Jember, Probolinggo, Pasuruan, Blitar, Kediri, Madiun, Magelang, Yogyakarta, Bali hingga Mandalika.
“Ini sudah sekitar 24 kali kita melakukan kegiatan keluar daerah. Kita pernah sampai Mandalika. Akhir tahun ini rencananya ke Banjarmasin,” ungkap Eko.
Aktivitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran para anggota. Sebagian besar anggota Saminten telah memasuki usia di atas 60 tahun dan banyak di antaranya merupakan pensiunan.
“Mayoritas anggota sudah di atas 60 tahun karena banyak yang sudah pensiun. Dengan olahraga ini kita tetap sehat dan aktif,” jelasnya.
Ketua Saminten, Anto, menjelaskan komunitas tersebut telah berdiri selama 16 tahun. Nama Saminten sendiri merupakan akronim dari Sabtu-Minggu Tenis, yang menggambarkan kebiasaan para anggota memanfaatkan akhir pekan untuk berolahraga sekaligus mempererat hubungan.
“Saminten itu Sabtu-Minggu Tenis. Ini berawal sekitar 16 tahun lalu. Pada Agustus 2026 ini kami merayakan ulang tahun Saminten yang ke-16,” kata Anto.
Dalam perjalanannya, Saminten tidak hanya berkembang sebagai komunitas olahraga. Beragam kegiatan sosial dan kebersamaan turut menjadi bagian dari aktivitas komunitas, termasuk bakti sosial, membersihkan tempat ibadah dan lingkungan sekitar, hingga kegiatan rekreasi bersama di luar Kota Malang.
“Kami juga melakukan bakti sosial di lingkungan. Kami bersih-bersih musala, bersih-bersih lingkungan, kemudian pernah ke Batu, menginap di agrowisata, dan juga membuka turnamen internal Saminten,” ujarnya.
Saat ini, anggota tetap Saminten berkisar 23 hingga 30 orang. Namun, kuatnya ikatan komunitas tidak semata-mata diukur dari jumlah tersebut.
Keluarga para anggota juga menjadi bagian dari berbagai kegiatan Saminten. Para istri dan keluarga kerap ikut dalam perjalanan bersama, sehingga hubungan yang awalnya terjalin melalui olahraga berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang lebih luas.
“Kami menjadi keluarga besar karena ibu-ibunya juga ikut. Jadi ke mana pun kami pergi, keluarga besar Saminten ikut bersama,” tuturnya.
Konsep kebersamaan yang dibangun pun sederhana. Anggota berkumpul, berolahraga, menikmati kuliner, sekaligus melakukan perjalanan bersama.
“Alhamdulillah eksistensi Saminten diperhitungkan, dalam arti kami terus menjaga silaturahmi. Kami itu piknik, kuliner, main tenis,” kata Anto.
Saminten Cup III tahun ini khusus mempertandingkan anggota internal klub. Sebanyak 37 pemain ambil bagian, terdiri atas 29 pemain putra dan delapan pemain putri.
Peserta berasal dari beragam latar belakang profesi. Di antaranya pensiunan hakim, purnawirawan TNI Angkatan Darat, aparatur pemerintahan, hingga anggota yang masih aktif bekerja.
Eko, yang kini dipercaya sebagai pembina klub, merupakan salah satu anggota yang memiliki latar belakang sebagai pensiunan hakim.
Selain turnamen, Saminten juga memiliki tradisi memperingati HUT Kemerdekaan RI melalui upacara bendera setiap 17 Agustus di lapangan tenis.
Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat kebersamaan di antara anggota.
Setelah melewati rangkaian pertandingan selama sekitar dua pekan, Saminten Cup III akhirnya melahirkan para juara.
Pasangan Sasmito-Ari berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati pasangan Eko-Defri.
Sementara pasangan Baihaqi-Purnomo meraih juara ketiga, sedangkan Narko-Mamat berada di posisi keempat.
Bagi komunitas Saminten, hasil pertandingan tersebut merupakan bagian dari dinamika kompetisi. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana olahraga mampu menjadi ruang untuk membangun interaksi positif, menjaga kesehatan, sekaligus memperkuat persaudaraan lintas profesi dan generasi.
Memasuki usia ke-16, Anto berharap seluruh anggota Saminten dapat terus menjaga kekompakan dan semangat persaudaraan yang selama ini menjadi fondasi komunitas.
Menurutnya, tenis memang menjadi sarana untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Namun, hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama 16 tahun merupakan nilai utama yang harus terus dirawat.
“Buat anggota, saya kira tetap jaga kekompakan. Karena kita ini seduluran. Kita menjaga kesehatan, dan seduluran ini harus kita jaga sebaik-baiknya,” kata Anto. Ia pun bersyukur kebersamaan para anggota hingga kini tetap terpelihara.
“Alhamdulillah kami kompak,” tandasnya.
Saminten Cup III akhirnya tidak hanya mencatatkan nama para juara.
Lebih dari itu, turnamen tersebut kembali menegaskan jati diri Saminten sebagai komunitas yang menjadikan olahraga sebagai pintu masuk untuk membangun kesehatan, persahabatan, dan persaudaraan.
Di tengah usia yang terus bertambah, semangat sehat bersama, bermain sportif, dan menjaga seduluran menjadi modal utama Saminten untuk terus mempertahankan eksistensinya.
















