Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pendidikan

UB-BRIN Kolaborasi Riset Nanoteknologi Berbasis Biomassa

104
×

UB-BRIN Kolaborasi Riset Nanoteknologi Berbasis Biomassa

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat agenda riset material berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini menitikberatkan pemanfaatan biomassa dan limbah agroindustri menjadi material fungsional bernilai tambah melalui teknologi nanoteknologi dan bioteknologi.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB dan Pusat Riset Sistem Nanoteknologi, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN. Kedua pihak menandatangani dokumen tersebut di Ruang Sidang FTAB UB, Selasa (20/10/2026).

Example 300x600

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D., dan Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Prof. Murni Handayani, Ph.D., menandatangani langsung perjanjian tersebut.

Kolaborasi ini mengangkat tema “Riset Nanoteknologi dan Bioteknologi untuk Pengembangan Material Fungsional Berkelanjutan Berbasis Biomassa”. Fokus tersebut membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal untuk menghasilkan material ramah lingkungan dengan nilai ekonomi dan manfaat industri yang lebih tinggi.

Olah Biomassa Menjadi Material Bernilai Tambah

Kerja sama FTAB UB dan BRIN mencakup riset bersama pada empat bidang utama. Kedua institusi akan mengeksplorasi nanoteknologi dan material fungsional, bioteknologi dan bioproses, pemanfaatan biomassa agroindustri, serta pengembangan material berkelanjutan.

Riset tersebut juga menyasar biokomposit, material aktif, dan bioplastik yang diperkuat nanomaterial. Pengembangan ini berpotensi memperluas pemanfaatan hasil samping agroindustri sekaligus mendorong lahirnya alternatif material yang lebih ramah lingkungan.

Kedua pihak akan menentukan topik penelitian berdasarkan kesepakatan bersama. Tim peneliti kemudian menyusun kajian literatur, kerangka konseptual, dan desain riset sebagai dasar pelaksanaan eksperimen.

Tahapan berikutnya mencakup pemetaan biomassa atau limbah agroindustri yang potensial. Para peneliti juga merancang proses pirolisis, sintesis atau formulasi material, metode karakterisasi, serta protokol percobaan.

Tim selanjutnya menganalisis hasil penelitian dan mengoptimalkan proses sintesis atau formulasi. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan material fungsional dengan karakteristik yang sesuai kebutuhan dan peluang penerapan di sektor agroindustri.

Perluas Publikasi dan Inovasi Riset

Kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan laboratorium. FTAB UB dan BRIN juga membuka ruang kerja sama dalam publikasi ilmiah, pengembangan kekayaan intelektual, serta penyelenggaraan kegiatan akademik.

Kedua institusi berencana menyusun buku akademik, menyiapkan naskah untuk jurnal internasional bereputasi, dan mengembangkan draf prosiding ilmiah. Mereka juga menjajaki penyusunan dokumen kekayaan intelektual, termasuk paten, sesuai hasil penelitian yang memenuhi persyaratan.

Selain itu, kedua pihak dapat menyelenggarakan kuliah tamu, seminar, lokakarya, dan berbagai forum ilmiah. Kegiatan tersebut diharapkan memperluas pertukaran pengetahuan sekaligus meningkatkan kapasitas peneliti dan akademisi.

FTAB UB dan BRIN juga membuka peluang pengajuan proposal riset bersama. Pendanaan dapat berasal dari skema BRIN, Universitas Brawijaya, maupun sumber lain yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Untuk mendukung pelaksanaan penelitian, kedua institusi akan menjajaki pemanfaatan bersama fasilitas riset. Fasilitas tersebut meliputi laboratorium dan peralatan karakterisasi material yang tersedia di masing-masing lembaga.

Percepat Hilirisasi Hasil Penelitian

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan agroindustri masa depan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi biomassa yang besar dan perlu mengoptimalkannya melalui inovasi teknologi.

“Kolaborasi dengan BRIN sebagai ujung tombak riset nasional akan mempercepat hilirisasi riset kami. Kami berharap dari kerja sama ini akan lahir material fungsional inovatif berbasis limbah agroindustri yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan,” ujar Yusuf.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan penelitian akademik dengan kebutuhan nyata industri. Melalui pendekatan ini, hasil riset diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membuka peluang penerapan teknologi dan pengembangan produk.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Sistem Nanoteknologi BRIN, Prof. Murni Handayani, menyambut positif kemitraan tersebut. Ia menilai kompetensi riset FTAB UB relevan dengan fokus pengembangan nanoteknologi yang menjadi perhatian pusat riset tersebut.

Perkuat Kemandirian Material Berkelanjutan

Kemitraan FTAB UB dan BRIN diharapkan memperkuat ekosistem penelitian nanoteknologi dan bioteknologi di Indonesia. Sinergi keahlian, fasilitas, dan sumber daya kedua institusi menjadi modal penting untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi lokal.

Di sisi lain, pemanfaatan biomassa dan limbah agroindustri dapat membuka peluang penciptaan produk baru yang lebih bernilai. Upaya ini juga mendukung pengembangan industri yang memperhatikan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui kerja sama tersebut, FTAB UB dan BRIN menargetkan penguatan riset yang mampu menjembatani kebutuhan akademik, pengembangan teknologi, dan penerapan industri. Langkah ini sekaligus mendukung upaya Indonesia membangun kemandirian material berkelanjutan dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya dalam negeri.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *