Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
BeritaPendidikan

UM Sambut 10 Mahasiswa Sea Teacher dari Filipina

123
×

UM Sambut 10 Mahasiswa Sea Teacher dari Filipina

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat jejaring pendidikan internasional melalui program Sea Teacher Batch 11. Sebanyak 10 mahasiswa dari St. Mary’s College of Tagum, Filipina, tiba di UM untuk mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik mengajar di lingkungan pendidikan Indonesia.

Kehadiran para mahasiswa tersebut disambut dalam kegiatan penerimaan yang berlangsung di Aula Graha Rektorat Lantai 9 UM, Senin (14/9/2026).

Example 300x600

Program ini menjadi bagian dari kerja sama akademik yang memberikan kesempatan kepada calon pendidik untuk mengenal secara langsung sistem pendidikan, budaya belajar, serta praktik pembelajaran di negara lain.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan profil dan lingkungan akademik UM. Para peserta kemudian mengikuti sesi perkenalan sebelum memulai agenda utama program yang berlangsung hingga Oktober mendatang.

Selama berada di Malang, 10 mahasiswa asal Filipina tersebut akan menjalani praktik mengajar di sejumlah sekolah laboratorium UM. Lokasi praktik meliputi TK Lab UM, SD Lab UM, hingga SMP Lab UM.

Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menyambut positif kehadiran para peserta. Menurutnya, program Sea Teacher tidak hanya memberikan pengalaman praktik mengajar, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari lingkungan akademik dan pendidikan yang berbeda.

“Mulai hari ini hingga Oktober nanti, kalian adalah bagian dari Universitas Negeri Malang. Kalian akan mendapatkan pengalaman mengajar serta mengikuti kegiatan perkuliahan di sini. Melalui program ini, kita tidak hanya mencetak generasi yang kompeten secara profesional, tetapi juga saling belajar satu sama lain,” ujar Prof. Munjin.

Ia menilai pengalaman lintas negara menjadi modal penting bagi calon pendidik untuk memperluas perspektif dalam memahami proses pembelajaran.

Perbedaan budaya, lingkungan sekolah, maupun pendekatan pendidikan dapat menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya kompetensi peserta.

Program Sea Teacher juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antara mahasiswa Filipina dengan sivitas akademika serta lingkungan sekolah di UM.

Interaksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengalaman mengajar, tetapi berkembang menjadi pertukaran pengetahuan dan praktik pendidikan antarkedua negara.

Antusiasme mengikuti program juga disampaikan salah satu delegasi mahasiswa asal Filipina, Jay Kylle G. Jose. Ia mengaku senang mendapat kesempatan untuk merasakan langsung proses pembelajaran dan praktik mengajar di Indonesia.

“Kami sangat senang dapat belajar langsung bagaimana mengembangkan dan menerapkan kurikulum di kelas. Pengalaman praktik mengajar di lingkungan baru dengan budaya yang hangat ini sungguh luar biasa.

Ini bukan sekadar pertukaran mahasiswa biasa, melainkan wadah nyata untuk menempa kapasitas kami sebagai calon pendidik profesional,” ujar Jay.

Selain memperkuat pengalaman akademik, pelaksanaan Sea Teacher turut mendukung agenda pembangunan pendidikan berkelanjutan. Program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu melalui pengembangan kompetensi dan pengalaman pembelajaran calon pendidik.

Kolaborasi UM dengan St. Mary’s College of Tagum juga berkaitan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kerja sama pendidikan lintas negara tersebut menjadi bagian dari upaya membangun jejaring akademik yang lebih luas di kawasan regional.

Bagi UM, kehadiran mahasiswa internasional menjadi peluang untuk memperkuat atmosfer akademik yang terbuka terhadap pertukaran gagasan, budaya, dan pengalaman.

Sementara bagi peserta, pengalaman mengajar di lingkungan pendidikan Indonesia menjadi bekal untuk memahami tantangan profesi pendidik dalam konteks yang lebih beragam.

Melalui program Sea Teacher, UM terus membuka ruang kolaborasi pendidikan di tingkat regional.

Pertukaran mahasiswa tersebut diharapkan mampu melahirkan calon pendidik yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga adaptif, terbuka terhadap perbedaan, dan siap menghadapi dinamika pendidikan dalam lingkungan global.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *