Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

World Cleanup Day, Sungai Metro Jadi Fokus Aksi Lingkungan

106
×

World Cleanup Day, Sungai Metro Jadi Fokus Aksi Lingkungan

Sebarkan artikel ini

World Cleanup Day 2026, Wahyu Hidayat dan Kapolresta Turun ke Sungai Metro

 

Example 300x600

MALANG, MATTANEWS.CO – Upaya menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar imbauan, tetapi juga keterlibatan nyata seluruh elemen masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam peringatan World Cleanup Day 2026 di kawasan Sungai Metro, Clumprit, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (9/10/2026), melalui aksi pembersihan sungai dan penanaman pohon di sekitar sumber air.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi hadir langsung dalam kegiatan yang melibatkan sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat. Aksi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Perumda Air Minum Tugu Tirta, dengan dukungan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk membersihkan kawasan sungai dari sampah, tetapi juga memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan. Partisipasi berbagai unsur menjadi wujud kolaborasi dalam menghadapi persoalan sampah sekaligus melindungi ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat perkotaan.

Wahyu Hidayat menegaskan, peringatan World Cleanup Day semestinya menjadi momentum untuk membangun perubahan perilaku masyarakat, bukan sekadar agenda kebersihan yang dilakukan pada waktu tertentu. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan sangat bergantung pada konsistensi kepedulian dan kesediaan setiap individu mengambil peran.

“Kami ingin mengajak masyarakat membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan secara berkelanjutan. Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wahyu.

Pesan tersebut menempatkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kebiasaan mengelola sampah dengan benar, tidak membuang limbah ke sungai, serta merawat ruang terbuka perlu menjadi bagian dari kesadaran kolektif agar dampak kegiatan kebersihan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain menyusuri kawasan sungai untuk membersihkan sampah, peserta juga melakukan penanaman pohon di sekitar sumber air di Kelurahan Merjosari yang merupakan aset Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Kegiatan ini memperluas fokus pelestarian lingkungan, dari penanganan sampah menuju perlindungan kawasan yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air.

Keberadaan vegetasi di sekitar sumber air memiliki arti penting dalam menjaga fungsi ekologis kawasan. Karena itu, upaya penghijauan perlu berjalan beriringan dengan pemeliharaan lingkungan sungai dan pengendalian pencemaran agar keberlanjutan sumber daya air tetap terjaga.

Di tengah kegiatan tersebut, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi bersama personel Polresta Malang Kota dan Polsek Lowokwaru turut membersihkan sampah di area Sungai Metro. Mengenakan kaus olahraga kuning, celana hitam, dan sepatu bot, Danang juga mengikuti penanaman pohon sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan.

Keterlibatan kepolisian dalam aksi tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab lintas sektor. Selain menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sinergi dengan pemerintah daerah dan warga juga dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Danang menekankan bahwa upaya menjaga kebersihan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan yang sehat sekaligus mencegah kebiasaan yang berpotensi menimbulkan pencemaran.

“Menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, peduli terhadap kebersihan sungai, serta membiasakan perilaku ramah lingkungan. Kepedulian ini harus dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat kegiatan berlangsung,” tegas Danang.

Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, Perumda Air Minum Tugu Tirta, dunia usaha, dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperluas gerakan pelestarian lingkungan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepedulian publik sekaligus mendorong keterlibatan yang lebih berkelanjutan dalam menjaga kebersihan sungai dan melindungi sumber air.

Melalui peringatan World Cleanup Day 2026 di Sungai Metro, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan perilaku sehari-hari. Pengurangan sampah, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, dan kepedulian terhadap fasilitas umum menjadi langkah nyata yang dapat dilakukan secara konsisten.

Pada akhirnya, upaya mewujudkan Kota Malang yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan memerlukan kesinambungan antara kebijakan pemerintah, aksi nyata di lapangan, dan partisipasi masyarakat. Pembersihan Sungai Metro serta penanaman pohon di kawasan sumber air menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mempertahankan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *