Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Sinergi Pemkab dan Ulama,Bupati Subandi Komitmen Babat Habis Miras Ilegal

9
×

Sinergi Pemkab dan Ulama,Bupati Subandi Komitmen Babat Habis Miras Ilegal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah progresif dalam menanggulangi penyakit masyarakat (pekat).

Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) ilegal dan menekan angka pergaulan bebas yang kian meresahkan.

Example 300x600

Pernyataan bersikap tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi dan dialog strategis bersama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sidoarjo di Kantor PCNU Sidoarjo, Rabu (29/7/2026).

Bupati Subandi menyatakan bahwa langkah preventif dan represif akan diperketat secara berjenjang hingga ke tingkat desa dan kecamatan. Pemkab Sidoarjo memastikan tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku usaha yang melanggar hukum.

“Pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas berupa penutupan operasional, baik terhadap distributor miras berskala besar maupun warung kopi dan kafe ilegal yang kedapatan melanggar aturan. Bersama jajaran camat dan kepala desa, kami akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta evaluasi berkala agar peredaran miras ini tidak kembali berulang,” ujar Subandi dengan nada tegas.

Subandi menambahkan, restrukturisasi moral dan sosial di Sidoarjo membutuhkan kerja sama makro antara umara (pemerintah) dan ulama demi menjaga ketenteraman daerah sekaligus memproteksi generasi muda dari dampak destruktif lingkungan.

Merespons hal tersebut, Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas eskalasi kasus sosial di wilayah Sidoarjo.

Menurutnya, penetrasi miras yang tidak terkontrol serta penyalahgunaan media sosial menjadi pemicu utama melonjaknya angka pergaulan bebas, yang kemudian berkolerasi langsung pada klaster kesehatan.

“Peredaran miras dan pergaulan bebas yang tak terkendali telah memicu peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan di Sidoarjo. Situasi ini sudah di tahap memerlukan tindakan taktis di lapangan, bukan lagi sekadar wacana. Kami mendorong Pemkab Sidoarjo segera mengimplementasikan penertiban regulatif dan razia rutin secara berkelanjutan,” desak KH Zainal Abidin.

Pertemuan tingkat tinggi ini melahirkan kesepakatan kuat untuk menciptakan lingkungan Sidoarjo yang lebih aman, kondusif, dan bersih dari penyakit masyarakat melalui komitmen jangka panjang.

Agenda krusial ini turut dihadiri dan dikawal oleh sejumlah tokoh berpengaruh, antara lain : KH Nur Kholis Misbah (Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sidoarjo, KH Abussalam (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny, Reza Ali Faizin (Ketua DPC PKB Sidoarjo), H. Abdillah Nasik (Ketua DPRD Sidoarjo) serta jajaran fungsionaris pengurus PCNU Sidoarjo.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *