Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pendidikan

UBT Kaji Strategi Transformasi Kelembagaan ke UM

81
×

UBT Kaji Strategi Transformasi Kelembagaan ke UM

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan studi kelembagaan ke Universitas Negeri Malang (UM) untuk memperdalam strategi transformasi dan penguatan tata kelola perguruan tinggi.

Fokus pembahasan diarahkan pada penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) serta implementasi cascading Indikator Kinerja Utama (IKU), Jumat (4/9/2026).

Example 300x600

Rombongan UBT dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Rukisah Saleh, http://S.Pi., M.P., Ph.D.

Kedatangan delegasi disambut Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, http://S.Pd., http://M.Ag., bersama jajaran terkait.

Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran praktik baik dalam pengembangan institusi sekaligus penguatan kemitraan yang telah terjalin antara UBT dan UM.

Kedua kampus berdiskusi bagaimana arah strategis universitas diterjemahkan menjadi kebijakan, indikator kinerja, hingga program kerja di setiap lini organisasi.

Prof. Munjin memaparkan perjalanan transformasi UM pascapenetapan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada 2021.

Status baru itu mendorong UM membangun tata kelola yang lebih adaptif melalui penguatan riset, inovasi, dan jejaring kerja sama strategis.

“UM memiliki hubungan kerja sama yang panjang dengan UBT. Melalui pertemuan ini, kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat semakin kuat, terutama melalui pertukaran pengalaman dalam pengelolaan dan pengembangan perguruan tinggi,” ujarnya.

Secara teknis, UM membagikan pengalaman menyusun RIP 2022–2024 yang dirancang melalui tiga tahapan: konsolidasi, transformasi, dan stabilisasi. Setiap tahapan dilengkapi target dan indikator sebagai instrumen pengendalian sekaligus panduan bagi unit kerja.

Penguatan perencanaan itu kemudian diturunkan melalui mekanisme cascading IKU.

Target kinerja universitas dijabarkan berjenjang ke fakultas, departemen, hingga program studi, dan diperkuat dengan Indikator Kinerja Tambahan (IKT).

Dengan skema ini, setiap unit memiliki kontribusi terukur yang tetap berada dalam koridor arah strategis institusi.

UM juga berbagi pengalaman dalam melakukan pergeseran orientasi dari Teaching University menuju Research University. Transformasi tersebut diperkuat melalui tagline “Excellent in Learning Innovation” serta kebijakan yang menaikkan porsi indikator berbasis riset hingga 60 persen.

Bagi UBT, forum ini menjadi rujukan penting dalam membangun sistem perencanaan dan tata kelola yang menjembatani visi institusi dengan kinerja organisasi.

Diskusi turut membuka peluang perluasan kerja sama, khususnya di bidang akademik, riset, dan pengembangan tata kelola.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata secara simbolis oleh Prof. Munjin kepada Rukisah Saleh. Momen tersebut menjadi penanda komitmen kedua perguruan tinggi untuk menjaga dan mengembangkan kolaborasi.

Kolaborasi UBT dan UM menunjukkan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi tidak hanya bergantung pada kapasitas internal, tetapi juga pada keterbukaan berbagi praktik baik dan membangun jejaring kelembagaan.

Langkah ini sejalan dengan semangat SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan mutu tata kelola dan sinergi antarlembaga pendidikan tinggi.(*)

 

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *