Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pendidikan

Disdikbud Kenalkan Candi Badut ke Siswa SDN Karangbesuki 4

88
×

Disdikbud Kenalkan Candi Badut ke Siswa SDN Karangbesuki 4

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Program Museum Keliling Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kembali digelar.

Kali ini menyasar SDN Karangbesuki 4, Kota Malang, Kamis (3/9/2026). Materi khusus diberikan untuk mengenalkan sejarah lokal, terutama Candi Badut dan Situs Karangbesuki, kepada para siswa.

Example 300x600

Penanggung jawab Museum Keliling Disdikbud Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi atau Sam Raka, mengatakan pendekatan kali ini disesuaikan dengan lokasi sekolah yang berada di kawasan situs bersejarah.

“Yang dibahas hampir sama dengan hari-hari kemarin, cuma ada sedikit perbedaan. Hari ini kita khususkan karena wilayahnya dekat dengan Candi Badut dan Situs Karangbesuki,” ujarnya.

Kedekatan geografis itu dimanfaatkan untuk membuat pembelajaran lebih kontekstual. Siswa tidak hanya diajak mengenal museum dan koleksi, tetapi juga memahami bahwa lingkungan sekolah mereka menyimpan warisan budaya penting.

“Supaya adik-adik lebih mengenal bahwa di wilayahnya itu ada tinggalan candi tertua, yaitu Candi Badut, khusus tertua di Jawa bagian timur,” jelasnya.

Sam Raka menegaskan Candi Badut dan Situs Karangbesuki memiliki nilai sejarah yang penting bagi perkembangan kawasan Malang. Keduanya berstatus situs berkaliber nasional.

“Adik-adik kita arahkan untuk mengetahui bahwa di wilayah Karangbesuki ini ada Candi Badut dan Situs Karangbesuki yang merupakan situs berkaliber nasional, bukan hanya lokal. Harus berbangga hati bahwa tempat sekolah mereka berada di dekat situs nasional,” katanya.

Lebih dari sekadar memperkenalkan nama situs, _Museum Keliling_ juga menanamkan pemahaman dasar tentang situs, percandian, dan pentingnya pelestarian warisan budaya.

“Supaya adik-adik bisa lebih mengembangkan pengetahuan seperti apa situs itu, seperti apa percandian itu, dan khususnya situs-situs atau candi-candi peninggalan yang dijadikan warisan budaya sekelas nasional,” tutur Sam Raka.

Dengan cara ini, program tidak berhenti sebagai ajang pengenalan koleksi. Ia menjadi jembatan yang membawa pembelajaran sejarah lebih dekat dengan kehidupan nyata siswa.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Juli Handayani, menyebut Museum Keliling_merupakan program tahunan yang bertujuan mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya pelajar.

“Kesempatan dan bersedia menerima kami mengunjungi SD ini dengan program Museum Keliling. Museum Keliling ini program dari Bidang Kebudayaan, program tahunan di bidang kebudayaan,” kata Juli.

Ia menjelaskan, Kota Malang memiliki dua museum di bawah Disdikbud: Museum Mpu Purwa di Jalan Soekarno-Hatta dan Museum Pendidikan di Jalan Raya Tlogowaru.

Masih banyak siswa yang belum pernah berkunjung langsung ke museum. Karena itu Disdikbud memilih membawa museum ke sekolah.

“Di Museum Mpu Purwa itu letaknya di Soekarno-Hatta, di belakang RSUB, Perumahan Griya Santa, Paragon. Yang kedua ada Museum Pendidikan. Museum Pendidikan ini ada di Jalan Raya Tlogowaru, dekatnya SD Model,” jelasnya.

“Makanya dari kami ini program Museum Keliling ini salah satunya ingin mendekat ke sekolah, ke anak-anak, mengenalkan apa itu museum,” pungkasnya.

Kegiatan di SDN Karangbesuki 4 menjadi langkah konkret Disdikbud Kota Malang memperkenalkan sejarah melalui pendekatan lingkungan. Dengan mengenal Candi Badut dan Situs Karangbesuki sejak dini, diharapkan tumbuh kesadaran generasi muda untuk mengenali, menghargai, dan menjaga warisan budaya di sekitarnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *