Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Walikota Malang Resmikan Gedung Baru RSI Aisyiyah,

59
×

Walikota Malang Resmikan Gedung Baru RSI Aisyiyah,

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang terus memperkuat perannya dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Gedung Darussyifa’ dan Darunnajah oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Minggu (1/11/2026).

Penambahan dua gedung ini menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur rumah sakit sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan medis. Selain memperluas kapasitas fasilitas, RSI Aisyiyah juga menata konektivitas antargedung untuk menunjang kelancaran aktivitas pasien, tenaga medis, dan pengunjung.

Example 300x600

Salah satu keunggulan kompleks rumah sakit tersebut terletak pada akses bangunan yang terhubung dengan empat ruas jalan berbeda. Konsep ini memberikan karakter tersendiri bagi kawasan RSI Aisyiyah, sekaligus mendukung mobilitas di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSI Aisyiyah Malang, Hj. Rini Krisnawati, M.Kes., FISQua, menjelaskan bahwa pembangunan kedua gedung berlangsung selama kurang lebih 16 bulan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut mendukung penyelesaian proyek tersebut.

Menurut Rini, dukungan Pemerintah Kota Malang, khususnya dalam mengawal proses perizinan, menjadi salah satu faktor penting yang membantu kelancaran pembangunan.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Wali Kota beserta jajaran yang telah mengawal proses perizinan untuk pelaksanaan proses pembangunan ini dengan luar biasa sekali. Berkat arahan beliau, proses pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” ujar Rini.

Ia juga mengapresiasi peran masyarakat di sekitar rumah sakit. Dukungan pengurus RT, RW, lurah, camat, serta warga setempat turut menciptakan komunikasi yang baik selama proses pembangunan berlangsung.

Empat Akses Jalan Dukung Integrasi Fasilitas Rumah Sakit

Pengembangan RSI Aisyiyah Malang tidak hanya berfokus pada penambahan bangunan. Manajemen juga memperhatikan tata ruang dan kemudahan akses agar setiap fasilitas dapat menunjang kebutuhan pelayanan secara optimal.

Rini menyebut kompleks rumah sakit berdiri di atas lahan sekitar 7.009 meter persegi. Setelah penambahan dua gedung baru, total luas bangunan mencapai kurang lebih 29.350 meter persegi.

Kawasan tersebut memiliki akses dari Jalan Sulawesi, Jalan Seram, Jalan Kalimantan, dan Jalan Sumba. Keempat ruas jalan itu terhubung dengan sejumlah gedung yang menjalankan fungsi pelayanan berbeda.

Gedung utama Darussalam berada di Jalan Sulawesi Nomor 16. Bangunan yang terdiri atas blok A, B, C, dan D ini menaungi berbagai fasilitas medis, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat jalan, kamar operasi, ICU, hingga layanan kemoterapi.

Sementara itu, RSI Aisyiyah menempatkan gedung poliklinik tiga lantai di Jalan Seram Nomor 1. Adapun Gedung Darussyifa’ berlokasi di Jalan Kalimantan Nomor 1, sedangkan Gedung Darunnajah berada di kawasan Jalan Sumba.

Untuk memperlancar mobilitas di antara bangunan, manajemen juga membangun jembatan penyeberangan. Fasilitas ini menjadi bagian dari penataan kawasan sekaligus mendukung akses pasien dan pengunjung menuju gedung pelayanan.

Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih tertata. Dengan akses yang semakin terhubung, masyarakat juga dapat menjangkau berbagai fasilitas kesehatan secara lebih mudah.

Wahyu Hidayat: Pengembangan Rumah Sakit Sejalan dengan Ngalam Tahes

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut positif pengembangan fasilitas RSI Aisyiyah. Ia menilai keterlibatan rumah sakit swasta dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di Kota Malang.

Wahyu menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, Pemkot Malang terus mendorong kolaborasi dengan institusi kesehatan untuk mendukung program unggulan Ngalam Tahes.

“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus fondasi penting. Ini sangat sejalan dengan visi-misi kami bersama Mas Wakil Wali Kota melalui salah satu dari sembilan program bakti unggulan kami, yaitu Ngalam Tahes. Dalam kaitannya dengan Ngalam Tahes inilah, kami memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Rumah Sakit Islam Aisyiyah ini,” ujar Wahyu.

Ia juga menyoroti keberadaan jembatan penyeberangan yang dibangun untuk mendukung aktivitas di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi inovasi pertama di Kota Malang untuk menunjang kebutuhan akses sebuah rumah sakit.

“Pembangunan jembatan penyeberangan ini adalah yang pertama kali ada di Kota Malang untuk fasilitas rumah sakit. Kami menyesuaikan regulasinya agar sesuai dengan kebutuhan RSI Aisyiyah. Alhamdulillah hari ini telah selesai semua, dan masyarakat sekitar dapat memperoleh pelayanan yang lebih optimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wahyu mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Sebab, keberadaan gedung modern dan peralatan medis yang memadai perlu mendapat dukungan tenaga kesehatan profesional.

Ia berharap seluruh tenaga medis terus menjaga kualitas pelayanan dengan mengedepankan keramahan, profesionalisme, serta pendekatan humanis. Dengan begitu, pasien tidak hanya memperoleh penanganan medis yang tepat, tetapi juga merasakan kenyamanan selama menjalani perawatan.

Muhammadiyah dan Aisyiyah Perkuat Kontribusi di Bidang Kesehatan

Peresmian Gedung Darussyifa’ dan Darunnajah turut mempertegas kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam pembangunan sektor kesehatan. Organisasi tersebut selama ini berperan melalui pengembangan berbagai fasilitas pelayanan yang menjangkau kebutuhan masyarakat.

Hadir dalam agenda tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Prof. Dr. Sukadiono.

Sejumlah pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah juga mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, jajaran Forkopimda Kota Malang, kalangan akademisi, dan tokoh masyarakat turut menyaksikan peresmian.

Melalui pengembangan fasilitas ini, RSI Aisyiyah Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dalam semboyan rumah sakit, “Layananku Adalah Ibadahku”. Nilai ini menjadi landasan dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya mengutamakan kemampuan medis, tetapi juga kepedulian dan keselamatan pasien.

Dengan beroperasinya Gedung Darussyifa’ dan Darunnajah, RSI Aisyiyah diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. Lebih dari sekadar pembangunan fisik, langkah ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan pasien.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *