Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

RSI Aisyiyah dan DLH Sulap Taman Sumba Jadi Ruang Publik

60
×

RSI Aisyiyah dan DLH Sulap Taman Sumba Jadi Ruang Publik

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Kali ini, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang menghadirkan wajah baru Taman Sumba di Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen.

Penataan ruang terbuka hijau (RTH) seluas kurang lebih 600 meter persegi tersebut mendapat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari RSI Aisyiyah sekitar Rp700 juta. Melalui dukungan ini, kawasan taman yang sebelumnya belum memiliki fasilitas optimal kini tampil lebih tertata dan mampu menunjang berbagai aktivitas masyarakat.

Example 300x600

Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.AP., mengungkapkan bahwa pembenahan Taman Sumba menjadi salah satu bentuk sinergi positif antara pemerintah dan institusi swasta dalam menjaga kualitas lingkungan kota.

Menurut Raymond, kawasan tersebut sempat mengalami perubahan fungsi selama kurang lebih tiga tahun. Area taman digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara material proyek pembangunan RSI Aisyiyah.

Seiring mendekatnya penyelesaian proyek rumah sakit, manajemen RSI Aisyiyah kemudian menunjukkan kepedulian dengan memberikan dukungan CSR untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang terbuka hijau.

“Begitu mendekati selesai pembangunan, pihak dari rumah sakit RSI Aisyiyah membantu memberikan CSR untuk perbaikan Taman Sumba seluas kurang lebih 600 meter persegi dengan anggaran sekitar Rp700 juta,” ujar Raymond, Minggu (1/11/2026).

Taman Sumba Kini Dilengkapi Fasilitas Olahraga dan Rekreasi

Dukungan CSR tersebut memungkinkan DLH melakukan pembenahan fasilitas secara lebih menyeluruh. Penataan tidak hanya berorientasi pada keindahan visual, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat terhadap ruang aktivitas yang sehat dan nyaman.

Salah satu fasilitas yang kini tersedia adalah jalur pejalan kaki atau walking track serta lintasan jogging. Kehadiran fasilitas ini memberikan alternatif bagi warga untuk berolahraga ringan, berjalan santai, maupun menikmati suasana terbuka di tengah kawasan perkotaan.

Selain menunjang aktivitas fisik, keberadaan fasilitas tersebut memperkuat fungsi taman sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi. Dengan konsep penataan yang lebih fungsional, masyarakat dapat memanfaatkan Taman Sumba untuk berbagai kegiatan positif.

Pembenahan ini sekaligus mempertegas pentingnya keberadaan ruang terbuka hijau dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. Taman kota tidak hanya berfungsi sebagai kawasan penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari infrastruktur sosial yang menyediakan ruang interaksi bagi warga.

DLH Perkuat Kemitraan CSR di Tengah Keterbatasan Anggaran

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, DLH Kota Malang terus mencari alternatif pembiayaan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan taman kota. Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperluas kemitraan dengan perusahaan, lembaga, dan institusi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Raymond menjelaskan bahwa sejumlah pihak telah berkontribusi dalam mendukung penataan maupun pemeliharaan ruang terbuka hijau di Kota Malang. Beberapa di antaranya berasal dari Taspen, Pegadaian, serta sejumlah rumah sakit.

Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi peluang penting untuk menjaga kualitas fasilitas publik. Terlebih, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah perlu menentukan skala prioritas antara pembangunan baru dan pemeliharaan fasilitas yang sudah tersedia.

“Dengan kondisi efisiensi ini, yang kami lakukan sementara ini hanya untuk perawatan saja. Tetapi DLH juga mengusahakan beberapa lokasi taman mendapatkan CSR,” jelasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, DLH berharap semakin banyak institusi yang terlibat dalam pengembangan lingkungan perkotaan. Dengan demikian, pemerintah dapat memperluas manfaat pembangunan tanpa sepenuhnya membebankan kebutuhan pembiayaan kepada APBD.

DLH Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan dan Cegah Banjir

Di balik pembenahan fasilitas Taman Sumba, Raymond juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, investasi pembangunan dan penataan taman akan kehilangan manfaat apabila warga tidak ikut merawat fasilitas yang telah tersedia.

Ia secara khusus mengingatkan bahaya kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sampah yang masuk ke selokan dapat menghambat aliran air, menyumbat drainase, dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir ketika hujan turun.

Raymond juga mengingatkan masyarakat mengenai pandangan keagamaan melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan tindakan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan laut.

“Harapannya kepada masyarakat, tidak hanya taman, di mana pun jangan membuang sampah sembarangan. Karena berkali-kali tim DLH bersama kelurahan, PU, dan kecamatan selalu membersihkan sampah dari selokan,” tegas Gamaliel.

Ia berharap masyarakat menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas petugas kebersihan atau pemerintah. Kesadaran sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan lingkungan.

Penataan Taman Sumba menjadi gambaran bahwa pembangunan ruang publik membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan CSR RSI Aisyiyah memperkuat upaya Pemkot Malang dalam menyediakan fasilitas lingkungan yang lebih berkualitas.

Namun, keberlanjutan manfaatnya tetap bergantung pada kepedulian masyarakat. Kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan warga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Kota Malang yang semakin bersih, hijau, nyaman, serta memiliki ruang publik yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *