Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Riset Guru Besar UB, Data Jadi Kunci Membaca Risiko Penyakit

72
×

Riset Guru Besar UB, Data Jadi Kunci Membaca Risiko Penyakit

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Kemajuan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang baru dalam pemanfaatan data untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat. Melalui analisis statistika yang tepat, kumpulan angka dapat memberikan gambaran mengenai ancaman penyakit, potensi bencana, hingga perubahan kondisi ekonomi.

Peluang tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran statistika dalam menghasilkan keputusan yang lebih terukur. Tidak hanya mengolah angka, disiplin ilmu ini membantu mengidentifikasi pola, memperkirakan risiko, dan menyediakan landasan ilmiah bagi penyusunan kebijakan.

Example 300x600

Perspektif tersebut disampaikan Guru Besar Departemen Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Ani Budi Astuti, M.Si., dalam forum Ngopi Sam Alumni Talk bertema “Data, Inovasi, dan Dampak Nyata”, Sabtu (31/10/2026).

Alumni Statistika UB angkatan 1991 tersebut menggarisbawahi bahwa kemampuan membaca data menjadi kebutuhan penting di tengah kompleksitas persoalan modern. Menurutnya, informasi baru memiliki nilai ketika mampu membantu manusia memahami situasi dan menentukan langkah yang tepat.

“Statistika bukan hanya menghitung, melainkan membantu kita mengambil keputusan yang lebih masuk akal berdasarkan ketidakpastian,” tegasnya.

Ani menjelaskan, perkembangan teknologi turut memperluas cakupan metode statistika. Pendekatan penelitian kini tidak lagi terbatas pada teknik konvensional seperti korelasi dan regresi. Para peneliti juga memanfaatkan metode Bayesian, pemodelan spasial, data panel, hingga integrasi machine learning dan neural network.

Perkembangan tersebut memungkinkan peneliti mengidentifikasi hubungan yang lebih kompleks sekaligus menghasilkan prediksi berdasarkan karakteristik data. Ani pun menerapkan sejumlah pendekatan tersebut dalam penelitian kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.

Riset Statistika Petakan Risiko Kesehatan dan Bencana

Pada sektor kesehatan, Ani mengembangkan model untuk mengidentifikasi risiko diabetes melitus di Kota Malang menggunakan pendekatan Bayesian mixture model. Ia juga melakukan pemetaan prevalensi stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui model spasial-multilevel.

Kedua penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana analisis statistika dapat membantu mengungkap persebaran persoalan kesehatan berdasarkan karakteristik wilayah. Hasilnya berpotensi menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan daerah prioritas serta menyusun intervensi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tidak berhenti pada sektor kesehatan, Ani juga mengembangkan penelitian untuk mendukung mitigasi bencana. Salah satunya melalui pemodelan spasial-temporal Bayesian guna memproyeksikan risiko banjir dan menganalisis pola curah hujan bulanan.

Pendekatan ini dapat memberikan informasi mengenai perubahan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, hasil analisis berpotensi mendukung perencanaan mitigasi dan penguatan sistem peringatan dini bencana.

Sementara itu, pada bidang ekonomi, penelitian Ani mencakup dinamika inflasi antarprovinsi dan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan pendekatan Bayesian IGARCH.

Ia juga mengkaji hubungan literasi keuangan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Berbagai kajian tersebut menunjukkan bahwa statistika memiliki kontribusi luas, mulai dari memahami persoalan kesehatan hingga membaca pergerakan ekonomi.

Ani Budi Astuti Dorong Riset Memberikan Dampak Nyata

Bagi Ani, keberhasilan penelitian tidak semestinya hanya diukur melalui jumlah publikasi ilmiah atau karya akademik. Ilmu pengetahuan juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Atas dasar itu, ia turut mendorong penguatan literasi data, pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan tata kelola pemerintahan desa berbasis digital.

Sejumlah inisiatif yang dikembangkan mencakup program Smart Village, E-ProDeskel, dan SICAD. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan teknologi dan informasi untuk memperkuat kapasitas pengelolaan desa.

Dalam mendorong inovasi dan kewirausahaan generasi muda, Ani juga memperkenalkan pendekatan problem-first. Konsep ini menempatkan persoalan nyata sebagai titik awal pengembangan inovasi.

Artinya, seseorang perlu memahami kebutuhan masyarakat atau pengguna terlebih dahulu sebelum merancang produk dan membuat prototipe. Dengan cara tersebut, inovasi memiliki arah yang jelas serta peluang lebih besar untuk memberikan solusi.

Integritas Data Jadi Tantangan di Era Kecerdasan Buatan

Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, Ani mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak otomatis menjamin ketepatan hasil analisis. Peneliti tetap harus memperhatikan kualitas data, kemungkinan bias dalam pemodelan, serta perlindungan privasi.

Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting agar pemanfaatan teknologi tidak menghasilkan kesimpulan yang keliru. Karena itu, kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik dan etika penelitian.

Ani menegaskan bahwa data memang menyediakan peluang besar untuk memahami berbagai persoalan. Namun, perubahan nyata tetap membutuhkan kepedulian, keberanian berinovasi, serta konsistensi dalam menerapkan hasil analisis.

“Data yang baik memang membuka banyak kemungkinan, namun manusia yang peduli, berani mencoba, dan tekun menindaklanjuti data tersebutlah yang pada akhirnya mampu menciptakan perubahan nyata,” pungkasnya.

Perjalanan akademik Ani turut memperlihatkan konsistensinya dalam mengembangkan ilmu statistika. Ia mengawali pengabdian sebagai dosen Universitas Brawijaya pada 1992 setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Selanjutnya, ia memperdalam keilmuan melalui program magister Statistika Terapan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1997. Perjalanan akademiknya berlanjut hingga meraih gelar doktor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 2017.

Pengalaman tersebut mengiringi perkembangan keilmuannya dari pendekatan statistika konvensional menuju metode pemodelan yang semakin kompleks dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Melalui berbagai penelitian dan pengabdian, Ani menunjukkan bahwa statistika memiliki peran strategis dalam menjembatani data dengan kebutuhan masyarakat. Pada era AI, kemampuan mengolah informasi secara akurat, menjaga integritas analisis, dan menerjemahkan hasil penelitian menjadi kebijakan menjadi semakin penting.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *