Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Gowes Djadoel, Sidoarjo Jadi Magnet Onthelis

64
×

Gowes Djadoel, Sidoarjo Jadi Magnet Onthelis

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – GOR Sidoarjo berubah menjadi pusat pertemuan komunitas sepeda tua dari berbagai penjuru Nusantara, Minggu (1/11/2026). Ribuan onthelis memadati lokasi untuk mengikuti Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026 bertajuk Gowes Djadoel Nusantara 2026.

Antusiasme peserta tahun ini semakin besar dengan kehadiran komunitas dari Malaysia. Mereka datang bersama onthelis dari Jawa Timur, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Merauke.

Example 300x600

Pertemuan lintas daerah dan negara tersebut menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar ajang bersepeda. Ngonthel Bumi Jenggolo juga menjadi ruang silaturahmi, pelestarian warisan sejarah, sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kabupaten Sidoarjo.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sidoarjo menginisiasi kegiatan tersebut. Melalui penyelenggaraan tahun ketiga ini, panitia ingin memperluas promosi pariwisata sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal.

Beragam atraksi turut menyemarakkan acara. Mulai dari parade sepeda onthel, bazar UMKM, pasar klitikan jadul, hingga lomba busana pejuang 1945. Panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dan sarasehan komunitas sepeda.

Suasana semakin semarak melalui pertunjukan musik keroncong dangdut. Panitia turut menyiapkan hadiah menarik, antara lain dua unit sepeda listrik, mesin cuci, dan lemari es.

Rangkaian acara sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu (31/10/2026) di kantor Disporapar Sidoarjo. Selanjutnya, panitia memusatkan puncak kegiatan di GOR Sidoarjo pada Minggu.

Sejumlah tokoh daerah dan pengurus organisasi olahraga turut menghadiri acara tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, Kepala Disporapar Sidoarjo Rudi Setiawan yang mewakili Bupati Subandi, Ketua KORMI Nasional Adil Hakim, serta Ketua KORMI Jawa Timur Debie Sisilia Samosa.

Hadir pula Ketua KORMI Sidoarjo MG Hadi Sutjipto, Ketua KOSTI Pusat Purnomo Sugeng Raharjo, dan Ketua KOSTI Sidoarjo Ary Bayashi.

Sidoarjo Promosikan Wisata dan Produk UMKM

Mewakili Bupati Sidoarjo Subandi, Kepala Disporapar Rudi Setiawan mengapresiasi partisipasi ribuan onthelis yang datang dari berbagai wilayah. Ia menilai kegiatan ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada pengunjung.

Menurut Rudi, peserta dapat mengenal langsung destinasi wisata, tradisi, budaya, hingga produk unggulan Sidoarjo. Karena itu, ia mengajak seluruh komunitas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelajahi berbagai potensi daerah.

“Kepada seluruh onthelis-onthelista se-Nusantara, jelajahi dan nikmati Kabupaten Sidoarjo dengan beragam pariwisata, budaya, tradisi, dan produk unggulannya,” ujar Rudi.

Selain promosi wisata, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Kehadiran ribuan pengunjung berpotensi meningkatkan transaksi sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada konsumen dari luar daerah.

Rudi menilai perpaduan olahraga rekreasi, seni budaya, musik, dan ekonomi kreatif menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, kehadiran peserta dari Malaysia menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas juga mampu menjangkau perhatian masyarakat mancanegara.

“Dengan menggabungkan komunitas sepeda tua, pertunjukan seni, musik, dan produk ekonomi kreatif, acara ini menarik minat pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara,” katanya.

Ia berharap Ngonthel Bumi Jenggolo terus berkembang sebagai agenda tahunan. Dengan penyelenggaraan yang semakin baik, kegiatan ini dapat memperkuat promosi wisata sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

DPRD Sidoarjo: Sepeda Tua Menyimpan Nilai Sejarah Perjuangan

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih turut mengapresiasi semangat ribuan peserta. Menurutnya, sepeda tua memiliki makna lebih dalam daripada sekadar koleksi barang antik.

Ia mengingatkan bahwa sepeda angin pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pada masa perjuangan kemerdekaan. Karena itu, keberadaan sepeda tua juga menyimpan jejak sejarah yang patut dijaga oleh generasi sekarang.

“Para pendahulu dan penggerak kemerdekaan kita banyak menggunakan sepeda angin sebagai alat pergerakan perjuangan. Sepeda tua memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan mengajarkan kita arti penting merawat ingatan sejarah,” ungkap Abdillah.

Ia kemudian menyampaikan filosofi Jawa yang menggambarkan makna usia, kesehatan, dan keberkahan.

“Tuwo gapopo sing penting sehat, tuwo sing penting ngrejekeni, tuwo bersejarah, dan tuwo berkah,” tuturnya.

Bagi Abdillah, kegiatan seperti ini membuktikan bahwa hobi dapat memberikan manfaat lebih luas. Selain menjaga kesehatan, komunitas juga mampu merawat budaya dan membuka peluang ekonomi.

Ia melihat kehadiran bazar serta berbagai aktivitas perdagangan sebagai bukti nyata dampak kegiatan terhadap UMKM. Para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk menawarkan produk kepada pengunjung dari berbagai daerah.

“Buktinya, banyak usaha mikro, kecil, dan menengah yang bermunculan dan tumbuh pesat dalam perhelatan seperti pagi hari ini. Ini membuktikan bahwa hobi dan pelestarian sejarah juga bisa menggerakkan roda perekonomian lokal,” jelasnya.

Abdillah berharap penyelenggara terus meningkatkan skala kegiatan hingga menjadi agenda nasional yang semakin dikenal. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat persaudaraan antarkomunitas melalui slogan KOSTI, yakni Satu Sepeda, Sejuta Saudara.

Selain mengikuti kegiatan utama, ia mengajak peserta menikmati kuliner khas dan mengunjungi destinasi wisata Sidoarjo. Dengan begitu, kunjungan para onthelis juga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan perdagangan lokal.

“Mari kita ramaikan Sidoarjo dengan kegiatan-kegiatan positif dan nikmati seluruh potensi wisata serta kuliner yang ada di sini,” ajaknya.

Ia bahkan menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan Ngonthel Bumi Jenggolo edisi keempat pada tahun depan. Harapannya, kegiatan tersebut mampu menjangkau lebih banyak peserta dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas.

KORMI Nasional Dorong Olahraga Rekreasi Berbasis Budaya

Apresiasi terhadap penyelenggaraan Ngonthel Bumi Jenggolo juga datang dari Ketua KORMI Nasional Adil Hakim. Ia menyampaikan penghargaan kepada Pemkab Sidoarjo dan jajaran KOSTI yang berhasil mengumpulkan ribuan penggemar sepeda tua.

Adil menilai olahraga rekreasi memiliki manfaat yang melampaui aktivitas fisik. Kegiatan ini juga dapat memperkuat hubungan sosial, menjaga warisan budaya, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

“Sepeda tua tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah, tetapi juga sarana untuk merawat nilai perjuangan dan membangun kebersamaan. Kehadiran para pegiat dari berbagai daerah menunjukkan semangat luar biasa komunitas dalam mengajak masyarakat hidup aktif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perpaduan kegiatan gowes dengan bazar UMKM. Menurutnya, konsep tersebut mampu menghubungkan aktivitas olahraga dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan meningkatnya kunjungan peserta, pelaku usaha lokal berpeluang memperluas pemasaran produknya. Pada saat yang sama, sektor pariwisata memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas pengunjung.

“Selain aspek kesehatan dan pelestarian budaya, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal,” pungkasnya.

Ngonthel Bumi Jenggolo 2026 akhirnya memperlihatkan bahwa komunitas sepeda tua memiliki potensi besar dalam menggerakkan berbagai sektor. Olahraga, sejarah, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga Malaysia juga memperkuat posisi Sidoarjo sebagai ruang pertemuan komunitas lintas wilayah. Melalui agenda ini, semangat Satu Sepeda, Sejuta Saudara tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan memperkenalkan potensi daerah.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *