Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Bakesbangpol Kota Malang Rawat Harmoni Mahasiswa Perantau

58
×

Bakesbangpol Kota Malang Rawat Harmoni Mahasiswa Perantau

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat pembauran antarsuku dan budaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat. Upaya ini menyasar mahasiswa dari berbagai daerah yang datang ke Kota Malang untuk menempuh pendidikan.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Nur Rahman Wijaya, saat menghadiri Inaugurasi Pengurus dan Warga Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumbawa Malang (IKAPMSM) periode 2026.

Example 300x600

Mewakili Wali Kota Malang, Nur Rahman mengapresiasi IKAPMSM yang konsisten membangun kebersamaan. Menurutnya, organisasi mahasiswa kedaerahan memiliki peran penting dalam mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.

800–900 Mahasiswa dari Berbagai Daerah

Nur Rahman mengungkapkan, Bakesbangpol mencatat sekitar 800 hingga 900 mahasiswa dari berbagai latar belakang suku, pulau, ras, dan agama menempuh pendidikan di Kota Malang.

Khusus mahasiswa asal Sumbawa, jumlahnya mencapai sekitar 150 orang, termasuk mahasiswa baru. Kehadiran mereka turut memperkaya kehidupan sosial dan pendidikan di Kota Malang.

“Mahasiswa dari berbagai daerah merupakan aset berharga bagi Kota Malang. Khusus rekan-rekan dari Sumbawa, ada sekitar 150 mahasiswa baru yang datang untuk menempuh pendidikan di sini. Tugas kami adalah memfasilitasi sekaligus memastikan mereka dapat berbaur secara harmonis,” ungkapnya.

FPK Perkuat Pembauran Antarmahasiswa

Untuk menjaga keharmonisan, Bakesbangpol menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) sebagai mitra strategis. Forum ini membantu pemerintah membangun komunikasi lintas komunitas sekaligus mencari solusi atas persoalan sosial mahasiswa perantau.

Salah satu upaya konkretnya melalui program Kopi Kebangsaan. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah untuk bertukar pengalaman, menyampaikan aspirasi, dan membangun komunikasi.

“Melalui FPK, kami terus membangun sinergi. Kopi Kebangsaan menjadi ruang komunikasi yang efektif bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi bersama,” jelas Nur Rahman.

Organisasi Kedaerahan Jadi Wadah Pengembangan Diri

Nur Rahman menegaskan, organisasi kedaerahan bukan sekadar tempat berkumpul dan bersilaturahmi. Organisasi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, memperluas jejaring, dan meningkatkan kepedulian sosial.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa Sumbawa agar aktif berorganisasi tanpa mengabaikan tanggung jawab akademik.

Selain mengejar prestasi pendidikan, mahasiswa perlu mengasah kemampuan komunikasi dan membangun relasi. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Mahasiswa Diajak Menjaga Identitas dan Persatuan

Dalam arahannya, Nur Rahman mengingatkan mahasiswa Sumbawa agar tetap menjaga identitas dan menjunjung tinggi kearifan lokal selama merantau di Kota Malang.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan. Sikap saling menghormati harus menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari.

“Meski berasal dari suku dan daerah yang berbeda, kita tetap satu dalam semangat persatuan. Jangan pernah melupakan identitas dan budaya daerah masing-masing. Namun, di mana pun berada, kita harus mampu menjaga kebersamaan dan menghormati sesama,” pesannya.

Harapkan Kontribusi bagi Daerah Asal

Lebih lanjut, Nur Rahman berharap mahasiswa Sumbawa mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, meraih prestasi, dan mengembangkan kompetensi.

Ia juga mendorong mereka membawa pulang ilmu serta pengalaman untuk membangun daerah asal. Sementara selama berada di Kota Malang, mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi positif melalui kegiatan sosial dan organisasi.

Melalui sinergi Bakesbangpol, FPK, dan organisasi mahasiswa kedaerahan, Pemkot Malang terus mendorong keberagaman sebagai kekuatan persatuan.

Dengan demikian, Kota Malang dapat terus tumbuh sebagai rumah bersama yang aman, harmonis, dan menjunjung tinggi toleransi bagi generasi muda dari seluruh penjuru Nusantara.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *