Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Bakorwil Malang Tegaskan Pemerintah Harus Dekat dengan Rakyat

80
×

Bakorwil Malang Tegaskan Pemerintah Harus Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, BLITAR — Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak semata diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi dan mendengarkan aspirasi warga.

Pesan tersebut mengemuka dalam silaturahmi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama keluarga besar Majlis Ta’lim Sabilu Taubah di Kabupaten Blitar, Sabtu malam (5/9/2026).

Example 300x600

Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, turut mendampingi Gubernur Khofifah dalam agenda tersebut.

Menurut Asep, perjumpaan langsung antara pemimpin daerah dan masyarakat memiliki nilai strategis dalam membangun kedekatan sekaligus membaca dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Silaturahmi menjadi ruang komunikasi yang memungkinkan pemerintah memahami berbagai kebutuhan dan harapan warga secara lebih utuh.

“Pemerintahan tidak cukup hanya hadir melalui kebijakan dan program. Pemerintah juga harus hadir secara langsung, membangun komunikasi dan mendengarkan masyarakat,” ujar Asep.

Ia menilai ruang perjumpaan seperti di Majlis Ta’lim Sabilu Taubah dapat menjadi jembatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.

Dialog yang berlangsung dalam suasana lebih terbuka dinilai mampu menciptakan komunikasi dua arah yang konstruktif.

“Silaturahmi membuka ruang komunikasi yang lebih cair. Ada kedekatan, ada kebersamaan dan yang paling penting ada kesempatan untuk saling mendengarkan,” katanya.

Asep menjelaskan, kepercayaan publik merupakan modal penting dalam menjalankan pembangunan.

Kepercayaan tersebut tidak hanya tumbuh dari kebijakan yang tepat sasaran, tetapi juga melalui konsistensi pemerintah dalam hadir, berkomunikasi dan memahami persoalan masyarakat.

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakter, potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, interaksi langsung dengan masyarakat diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai persoalan yang dihadapi di lapangan.

“Ketika pemerintah hadir dan mau mendengarkan, masyarakat juga memiliki ruang untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan harapannya. Dari komunikasi seperti inilah kepercayaan dapat tumbuh,” jelasnya.

Dalam menjalankan fungsi kewilayahan, Bakorwil Malang terus mendorong penguatan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota serta berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan.

Kehadiran Asep dalam mendampingi Gubernur Khofifah menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi lintas elemen sekaligus memastikan hubungan antara pemerintah provinsi dan masyarakat di wilayah kerja tetap terjalin secara efektif.

Asep menegaskan, komunikasi yang kuat merupakan fondasi penting untuk membangun kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan. Pemerintah, kata dia, tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan seluruh unsur yang memiliki peran di daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Semangat kebersamaan harus terus kita rawat. Pemerintah, masyarakat dan seluruh stakeholder harus berjalan bersama, karena pembangunan pada akhirnya adalah kerja bersama,” tuturnya.

Menurut Asep, silaturahmi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun modal sosial sebelum diterjemahkan menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Hubungan yang dibangun melalui komunikasi dan saling memahami akan memudahkan berbagai pihak dalam menyatukan langkah.

“Kalau komunikasi sudah terbangun, kolaborasi akan lebih mudah dilakukan. Dari kolaborasi itulah kita bisa mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari DNA Baru Bakorwil Malang: Kolaborasi, Gotong Royong, Solusi.

Tiga nilai tersebut diarahkan menjadi landasan dalam memperkuat koordinasi dan memastikan setiap proses pemerintahan memiliki orientasi yang jelas terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

“Kolaborasi bukan hanya konsep, tetapi harus menjadi cara kita bekerja. Gotong royong bukan hanya nilai, tetapi harus menjadi energi pembangunan. Dan setiap koordinasi harus bermuara pada solusi,” tegas Asep.

Silaturahmi Gubernur Khofifah bersama keluarga besar Majlis Ta’lim Sabilu Taubah menjadi salah satu rangkaian kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Blitar.

Sebelumnya, Pemprov Jatim juga menghadirkan sejumlah langkah konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat, di antaranya penanganan dampak kekeringan melalui distribusi bantuan air bersih serta pelaksanaan Pasar Murah sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat.

Bagi Asep, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah memiliki dimensi yang lebih luas.

Pelayanan publik tidak berhenti ketika program dilaksanakan, tetapi harus diikuti dengan komunikasi yang kuat agar kebijakan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan bukan hanya tentang program, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir, membangun hubungan dan memastikan masyarakat merasa menjadi bagian dari proses pembangunan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, melainkan mitra penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Karena itu, ruang komunikasi dan perjumpaan antara pemerintah dengan masyarakat perlu terus diperluas.

“Ketika pemerintah hadir, mendengar dan kemudian bergerak bersama masyarakat, di situlah pembangunan menjadi lebih kuat dan lebih bermakna,” pungkas Asep.

 

Sumber Humas Bakorwil Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *