Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Bundaran Pattimura Tak Terawat, DPRD Soroti Risiko Kecelakaan

112
×

Bundaran Pattimura Tak Terawat, DPRD Soroti Risiko Kecelakaan

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Kondisi Bundaran Pattimura di Kota Malang kembali mendapat sorotan. Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi, S.H. meninjau langsung kawasan tersebut pada Selasa 22 September 2026 siang.

Bundaran itu berada di persimpangan Jalan Pattimura dan Jalan Diponegoro, tepat di sisi utara RSSA. Kawasan yang dulu menjadi bagian dari penataan lingkungan kini tampak tidak terurus. Beberapa bagian fisiknya rusak dan minim penerangan pada malam hari.

Example 300x600

Menurut Arief, persoalan ini bukan sekadar soal estetika kota. Struktur bundaran yang kurang terlihat berpotensi membahayakan pengendara. Pengendara yang tidak menyadari keberadaan bangunan di tengah jalan berisiko mengalami kecelakaan.

 

Usulan Taman dan Monumen Singa

Arief meminta Pemkot Malang segera menangani kondisi tersebut. Ia menilai Bundaran Pattimura masih memiliki fungsi penting jika tertata kembali dengan baik.

Ia mengusulkan agar kawasan itu kembali menjadi ruang hijau dengan konsep taman. Bahkan, ia menggagas penempatan monumen Singa sebagai penanda kawasan untuk memperkuat identitas Kota Malang.

“Doakan ya, saya akan ajukan dalam rapat nanti agar bundaran ini dibangun. Semoga bisa tembus, karena kalau dibangun juga mempercantik lingkungan dan supaya tidak terjadi kecelakaan lagi,” ujar Arief.

Politisi PKB tersebut menyebut persoalan pulau jalan tidak hanya terjadi di Pattimura. Masih ada beberapa titik lain yang butuh pembenahan karena menyangkut keamanan pengguna jalan.

Salah satu titik yang ia soroti berada di depan SPBU Sawahan. Pulau jalan di kawasan tersebut juga perlu tertata agar tidak membahayakan masyarakat.

 

Aspirasi Warga dan Nilai Sosial Bundaran

Bagi warga sekitar, Bundaran Pattimura memiliki nilai lebih dari sekadar elemen jalan. Masyarakat setempat mengenal kawasan itu sebagai Bundaran HI dan menjadikannya titik kumpul komunitas.

Berbagai aktivitas sosial pernah mewarnai kawasan tersebut. Mulai dari kegiatan Jumat Berkah, pengajian, hingga agenda sosial lainnya pernah berlangsung di sekitar bundaran.

Oleh karena itu, warga berharap pembenahan tidak hanya fokus pada perbaikan fisik. Warga ingin penataan mampu mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang publik yang aman bagi pengguna jalan.

Tokoh masyarakat setempat Ari Susanto menyebut kondisi bundaran selama ini mengkhawatirkan. Ia mengaku beberapa kendaraan pernah menabrak bangunan bundaran karena tidak terlihat jelas.

“Sering mobil nyangsang, bahkan sampai nge-trail karena menabrak bagian bundaran itu,” kata Ari.

 

Warga Siapkan Desain Monumen Secara Mandiri

Upaya menghidupkan kembali kawasan tersebut sebenarnya telah lama menjadi aspirasi warga. Warga bahkan telah menyampaikan usulan pembangunan monumen Singa kepada Pemkot Malang.

Tidak hanya berupa gagasan, masyarakat juga telah menyiapkan desain monumen secara mandiri. Langkah tersebut menjadi bukti keseriusan warga mendorong penataan ulang Bundaran Pattimura.

Tokoh masyarakat lain, Sam Ambon, berharap kunjungan Arief menjadi pintu masuk pembahasan. Ia berharap aspirasi tersebut mendapat tindak lanjut di tingkat pemerintah daerah.

“Semoga dengan sidak Pak Arief, bundaran ini bisa kembali dibangun dan didirikan monumen Singa,” ujarnya.

Rencana pembenahan Bundaran Pattimura kini tidak hanya soal pemulihan fisik. Jika terealisasi, penataan ini diharapkan mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni memperkuat karakter ruang kota dan mengurangi risiko kecelakaan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *