Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Bupati Sidoarjo Kejar Progres Jalan Kebonagung

98
×

Bupati Sidoarjo Kejar Progres Jalan Kebonagung

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat pembangunan Jalan Kebonagung-Kemasan, Kecamatan Krian, yang progresnya masih mengalami deviasi sekitar 9 persen. Percepatan menjadi perhatian Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn saat meninjau langsung pekerjaan di lokasi, Selasa (6/10/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan tahapan peningkatan jalan, khususnya konstruksi beton, berjalan sesuai spesifikasi sekaligus mengejar ketertinggalan progres. Di lapangan, Subandi memeriksa kesiapan pembesian hingga tahapan awal pengecoran pada ruas jalan sepanjang sekitar 1.050 meter dengan lebar enam meter tersebut.

Example 300x600

Subandi menegaskan, keterlambatan pekerjaan harus segera diurai berdasarkan penyebabnya. Karena itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diminta tidak hanya melakukan pengawasan secara administratif, tetapi aktif memantau perkembangan pekerjaan dan mengambil langkah korektif ketika muncul persoalan.

“Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya,” tegasnya.

Menurut Subandi, salah satu persoalan yang sempat memengaruhi pekerjaan berkaitan dengan keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di sekitar lokasi proyek. Kondisi tersebut menjadi contoh bahwa kendala teknis maupun nonteknis harus segera dikoordinasikan agar tidak berkembang menjadi hambatan yang lebih besar.

Ia meminta evaluasi progres dilakukan secara berkala dan terukur. Pengendalian proyek, kata Subandi, harus berlangsung sejak awal hingga seluruh pekerjaan rampung, bukan baru diperketat ketika tenggat penyelesaian semakin dekat.

Dalam pemeriksaan di lapangan, Subandi juga mencermati pekerjaan pembesian sebagai bagian penting dari konstruksi beton. Berdasarkan penjelasan pelaksana, struktur tulangan menggunakan besi ulir berdiameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Subandi meminta seluruh parameter konstruksi dicatat dan disiapkan secara rinci. Mulai jenis dan ukuran material, jarak pembesian, hingga spesifikasi beton harus dapat diverifikasi terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen teknis proyek.

“Data konstruksinya harus detail. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.

Memasuki tahap betonisasi, Subandi berharap capaian fisik proyek dapat meningkat lebih signifikan. Percepatan tersebut dinilai penting untuk menutup selisih progres yang masih terjadi, sekaligus memastikan peningkatan akses jalan dapat selesai sesuai jadwal kontrak.

Dengan batas akhir kontrak pada 16 Desember 2026, Subandi menilai masih tersedia waktu untuk mengejar deviasi tersebut. Namun, ia menekankan percepatan harus dibarengi koordinasi dan pengawasan yang konsisten agar target waktu tidak mengurangi standar mutu pekerjaan.

“Targetnya Desember, kontraknya sampai tanggal 16. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa kita kejar. Kuncinya PPK harus aktif. Kalau ada deviasi segera dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya,” pungkasnya.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *