Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Curhat Kamtibmas di Sruni, Polisi Ajak Warga Cegah Bullying dan Radikalisme

85
×

Curhat Kamtibmas di Sruni, Polisi Ajak Warga Cegah Bullying dan Radikalisme

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Upay memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan Polresta Sidoarjo melalui pendekatan dialogis bersama warga. Salah satunya diwujudkan Satbinmas Polresta Sidoarjo melalui kegiatan Curhat Kamtibmas di Balai Desa Sruni, Kecamatan Gedangan, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara kepolisian, pemerintah desa, serta masyarakat untuk membahas berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan. Hadir dalam kegiatan itu Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Inggit Prasetyanto, Kepala Desa Sruni Sanuri, Kanit Binmas Polsek Gedangan AKP Muryati, Kanit Sabhara Polsek Gedangan Iptu Suhadak, jajaran personel Binmas Polresta Sidoarjo dan Polsek Gedangan, serta para Ketua RT/RW dan perwakilan warga.

Example 300x600

Dalam dialog tersebut, Kompol Inggit menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah perundungan atau bullying, terutama terhadap anak-anak dan kelompok rentan.

Menurutnya, bullying tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa penghinaan atau ancaman secara verbal, tekanan psikologis, hingga perundungan melalui ruang digital atau cyber bullying.

“Bullying tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Dampaknya terhadap korban bisa serius, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, serta kepedulian kita bersama,” ujar Kompol Inggit.

Ia menegaskan, masyarakat juga perlu memahami bahwa tindakan perundungan dalam kondisi tertentu dapat memiliki konsekuensi hukum. Karena itu, setiap warga diharapkan mampu menjaga sikap dan tutur kata, termasuk ketika berinteraksi melalui media sosial.

Selain isu perundungan, kepolisian turut memberikan edukasi mengenai bahaya radikalisme. Masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham yang berpotensi mengancam persatuan, toleransi, serta keamanan lingkungan.

Kompol Inggit menekankan bahwa keluarga memiliki posisi strategis dalam melakukan deteksi dini. Perubahan perilaku anak maupun anggota keluarga yang mengarah pada keterpaparan paham radikal perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan secara tepat.

“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam melakukan pencegahan sejak dini. Jangan sampai persoalan baru diketahui ketika sudah berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, warga juga diminta tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan. Setiap permasalahan, baik yang berkaitan dengan kamtibmas maupun persoalan sosial lainnya, dapat segera dikoordinasikan dengan pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas.

Komunikasi yang terbuka dan koordinasi lintas unsur dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Melalui kegiatan Curhat Kamtibmas, Polresta Sidoarjo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. Dengan kepedulian serta partisipasi bersama, lingkungan yang aman, kondusif, dan bebas dari perundungan maupun paham radikal dapat terus diwujudkan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *