Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Semarak Karnaval Penarukan, Sampah Daur Ulang Disulap Jadi Kostum Mewah!

105
×

Semarak Karnaval Penarukan, Sampah Daur Ulang Disulap Jadi Kostum Mewah!

Sebarkan artikel ini
Ibu-ibu Penarukan Kepanjen memperagakan gaun peri dari plastik daur ulang saat pawai HUT ke-81 RI.

JATIMTERBARU.COM, KAB MALANG – Hiruk pikuk dan sorak-sorai warga membahana di sepanjang Jalan Raya HM. Sun’an, Kepanjen, Kabupaten Malang. Di antara riuhnya penonton, deretan ibu-ibu tampil bak peri anggun dengan gaun bersayap kupu-kupu dan kelopak bunga warna-warni. Uniknya, busana memesona itu bukan dibuat dari kain mahal, melainkan dari olahan plastik bekas, karton, dan kain perca, Senin (17/8/2026).

Penampilan nyentrik dari warga RT 29 Kelurahan Penarukan ini menjadi salah satu magnet utama dalam pawai pitulasan peringatan HUT ke-81 RI. Sembari mengiringi maskot singa putih, para emak emak tersebut sukses membuktikan bahwa pesan ramah lingkungan bisa dibungkus dengan aksi panggung yang modis dan menyegarkan mata penonton.

Example 300x600

Suasana haru dan penuh kebanggaan juga menyulut panggung parade saat rombongan warga RT 03 RW 02 melintas. Mereka menyuguhkan teatrikal napak tilas perjuangan kemerdekaan dengan mengarak sosok pemeran Panglima Besar Jenderal Soedirman di atas tandu sederhana, menggambarkan gigihnya perang gerilya masa lalu.

“Kami ingin membakar kembali semangat patriotisme warga. Kemerdekaan ini mahal, direbut dengan darah dan keringat para pejuang dalam kondisi sejelat apa pun,” tutur Noval, warga RT 03 yang ikut ambil bagian dalam pawai.

Tak kalah menyita perhatian, jalanan Kepanjen kemudian dihiasi parade nostalgia dari Komunitas Ontel Kanjuruhan (KOK).

Puluhan anggota KOK berbusana adat Jawa yang mayoritas sudah berusia paruh baya hingga lanjut usia tampak sumringah mengayuh sepeda tua kesayangannya mengelilingi kota, lengkap dengan atribut Merah Putih di setang sepeda.

Ketua KOK, Abdul Malik, menyebutkan ada sekitar 20 pesepeda yang konsisten meramaikan momen bersejarah ini setiap tahunnya.

“Kayuhan sepeda klasik kami bukan sekadar parade biasa, melainkan simbol sederhana untuk terus merajut tali persaudaraan dan menjaga api persatuan bangsa tetap menyala,” pungkasnya

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *