JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan komitmennya terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda dengan mengalokasikan anggaran Rp23 miliar pada 2026 untuk pemberian insentif bagi 5.500 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) atau guru ngaji.
Insentif tersebut diberikan kepada guru TPQ yang telah terdata dalam Education Management Information System (EMIS) Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo. Setiap penerima memperoleh Rp350 ribu per bulan atau setara Rp4,2 juta per tahun.
Penyerahan insentif secara simbolis dilakukan oleh Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH., M.Kn., di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (19/8/2026) malam.
Subandi menegaskan, program tersebut bukan sekadar bentuk dukungan terhadap kesejahteraan guru ngaji, tetapi juga bagian dari investasi pemerintah daerah dalam membangun fondasi moral dan karakter anak sejak usia dini.
“Anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis guru ngaji dalam membangun karakter dan moral generasi muda sejak usia dini. Ayo bareng-bareng membangun mental fondasi anak kita,” tegas Subandi.
Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dan pemahaman pendidikan agama menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter.
Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat pendidikan keagamaan.
“Kulo pesen teng panjenengan, ayo sareng-sareng anak-anak kita, Bupati, Wakil Bupati direncangi minterno anak-anak ben saget ngaji,” pesannya.
Subandi juga memastikan program insentif guru ngaji akan terus diupayakan keberlanjutannya.
Bahkan, jumlah penerima berpeluang bertambah apabila seluruh guru TPQ yang memenuhi persyaratan telah menyelesaikan proses pendataan melalui EMIS.
“Kalau data EMIS ini masuk, InsyaAllah tetap akan kita realisasikan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) apabila data EMIS-nya semisal 8.000 guru. InsyaAllah Bupati dan DPRD akan merealisasikan 8.000,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo, H. Saifullah, mengapresiasi perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap keberadaan guru TPQ. Ia menyebut dukungan tersebut telah berlangsung selama dua dekade.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026, sudah 20 tahun selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo,” kata Saifullah.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pendataan EMIS, terutama persoalan teknis seperti server dan koneksi.
Para guru TPQ pun terus didorong untuk menuntaskan proses administrasi sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
“Manakala ada guru-guru TPQ yang belum selesai dan beres untuk EMIS-nya, maka mereka tidak mendapatkan insentif karena itu masuk dalam juknis penerima insentif Kabupaten Sidoarjo yang sudah ditandatangani di tahun 2024,” jelasnya.
Saifullah menyebut progres pendataan EMIS saat ini telah mencapai sekitar 85 persen. Ia optimistis cakupan penerima insentif akan semakin meningkat pada tahun berikutnya seiring dengan semakin lengkapnya data guru TPQ.
“InsyaAllah sudah hampir 85% untuk bisa menyelesaikan EMIS, sehingga kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif,” pungkasnya.
Program tersebut sekaligus menegaskan keberpihakan Pemkab Sidoarjo terhadap keberadaan guru ngaji sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan masyarakat.
Di tengah tuntutan pembangunan sumber daya manusia, keberadaan TPQ dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai agama, moral, dan karakter kepada generasi penerus sejak dini.
















