Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Opini

Dari Notodden Norwegia, Santy Membawa Pesan Kemanusiaan

89
×

Dari Notodden Norwegia, Santy Membawa Pesan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Santy Founder Santy Trip – Malang (foto istimewa)

JATIMTERBARU.COM, MALANG– Perjalanan ke luar negeri tak selalu tentang menjelajahi destinasi wisata. Bagi Santy, pendiri biro perjalanan Santy Trip dari Malang, kunjungan pertamanya ke Norwegia justru menghadirkan pengalaman yang menyentuh sisi kemanusiaan. Di kota kecil Notodden, ia menemukan makna kebersamaan, kepedulian, dan inklusi sosial melalui Kilden, sebuah pusat aktivitas komunitas yang dikelola Pemerintah Kota Notodden.

Pengalaman tersebut menjadi perjalanan personal yang membekas bagi Santy. Ia berangkat dari Malang dengan identitas sebagai muslimah berhijab. Di balik antusiasmenya menjelajahi Norwegia, tersimpan pula kekhawatiran tentang penerimaan masyarakat terhadap dirinya.

Example 300x600

Namun, interaksi sehari-hari dengan warga setempat perlahan menghapus keraguan itu. Santy merasakan keramahan melalui tindakan sederhana, mulai dari bantuan seorang perempuan lanjut usia saat mengangkat koper di kereta hingga kesediaan seorang warga menunjukkan lokasi produk di supermarket.

Bagi Santy, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu hadir melalui kata-kata besar. Terkadang, perhatian kecil justru memberikan kesan paling mendalam.

Kilden, Ruang Pertemuan yang Merangkul Semua

Pengalaman Santy mencapai titik paling berkesan ketika ia mengunjungi Kilden, yang berada di lantai dua gedung bersejarah Skolandhuset, Storgata 63, Notodden, Norwegia.

Sebelum berkunjung, Santy mengenal Kilden sebagai pusat pembelajaran dan aktivitas komunitas. Namun, suasana yang ia temui di tempat tersebut memberikan pemahaman lebih luas tentang peran ruang komunitas dalam kehidupan masyarakat.

Pemimpin Kilden, Elin Løberg Pedersen, bersama sejumlah anggota komite menyambut kedatangan Santy dengan hangat. Sambutan itu membuatnya merasa diterima tanpa harus menjelaskan identitas, latar belakang, atau keyakinannya.

Bagi Santy, keramahan tersebut menjadi pengalaman berharga sebagai seorang muslimah yang melakukan perjalanan lintas negara. Ia tidak merasa diperlakukan sebagai orang asing, melainkan sebagai individu yang memiliki tempat dalam lingkungan sosial.

Kesan itu memperkuat pandangannya bahwa penghormatan terhadap sesama dapat tumbuh ketika masyarakat menempatkan kemanusiaan sebagai dasar interaksi.

Aktivitas Sederhana, Dampak Sosial yang Bermakna

Di dalam Kilden, Santy menyaksikan beragam kegiatan yang mempertemukan orang-orang dengan minat dan latar belakang berbeda.

Sejumlah pengunjung mengikuti kegiatan melukis di malerverksted. Sebagian lainnya menulis dan membuat musik di musikkverksted. Di dapur, anggota komunitas memasak bacalao bersama sambil berbincang dan berbagi cerita.

Kilden juga menyediakan kegiatan kelompok berjalan kaki atau turgruppe setiap Selasa sore. Melalui aktivitas tersebut, para peserta menjelajahi alam sekaligus membangun hubungan sosial di luar rutinitas harian.

Sementara itu, keberadaan Kildens hage atau kebun Kilden memberi kesempatan bagi anggota komunitas untuk menanam dan memanen sayuran sendiri.

Ragam kegiatan itu memperlihatkan bahwa Kilden tidak sekadar menyediakan ruang rekreasi. Komunitas tersebut juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi, mengembangkan minat, dan membangun rasa memiliki.

Bagi Santy, kegiatan sederhana seperti melukis, memasak, berjalan kaki, dan berkebun dapat menjadi sarana untuk mengurangi kesepian. Aktivitas tersebut juga membantu masyarakat membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang lain.

Pesan Kemanusiaan yang Melampaui Perbedaan

Dalam pertemuannya dengan Santy, Elin menjelaskan bahwa Kilden menempatkan hubungan antarmanusia sebagai bagian penting dari kegiatan komunitas. Mereka menyediakan ruang terbuka agar setiap orang dapat bertemu, mengeksplorasi minat, dan saling mendukung.

Salah satu pesan yang paling membekas bagi Santy adalah slogan Kilden:

“Everyone needs someone and someone needs you.”

Artinya, setiap orang membutuhkan orang lain, dan setiap orang juga dibutuhkan oleh sesamanya.

Kalimat tersebut menyentuh Santy karena selaras dengan nilai kepedulian yang ia kenal dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslimah. Baginya, pesan itu mengingatkan bahwa setiap manusia membutuhkan dukungan, perhatian, dan kesempatan untuk merasa diterima.

Ia melihat kesamaan nilai antara semangat kebersamaan di Kilden dan budaya gotong royong yang hidup di Indonesia, termasuk di Malang.

Perbedaan negara, budaya, dan keyakinan tidak menghalangi masyarakat untuk membangun hubungan yang tulus. Sebaliknya, ruang perjumpaan seperti Kilden dapat menjadi jembatan yang mempertemukan orang-orang melalui pengalaman dan kebutuhan manusia yang sama.

Mindfulness Menyatukan Pengalaman Berbeda

Santy juga mengikuti sesi mindfulness bersama sejumlah peserta dari latar belakang yang beragam. Mereka berlatih mengatur napas dan melakukan visualisasi untuk membangun kesadaran diri.

Dalam sesi tersebut, Santy berinteraksi dengan para perempuan Norwegia, pensiunan pekerja pabrik, serta mahasiswa muda. Masing-masing membawa pengalaman hidup yang berbeda, tetapi mereka berbagi ruang dan mengikuti kegiatan yang sama.

Pengalaman itu memberi Santy gambaran tentang pentingnya menyediakan lingkungan yang aman dan terbuka bagi masyarakat. Setiap orang dapat hadir tanpa harus memiliki latar belakang yang seragam.

Ia pun memandang inklusi sosial bukan sekadar konsep. Nilai tersebut dapat tumbuh melalui kesempatan untuk bertemu, mendengarkan, berbagi pengalaman, dan menghargai keberadaan orang lain.

Dari Notodden untuk Malang

Kunjungan ke Norwegia semula menjadi kesempatan bagi Santy untuk menjelajahi destinasi baru, termasuk menikmati lanskap alam yang terkenal dengan fjord dan fenomena Cahaya Utara. Namun, perjumpaannya dengan Kilden justru meninggalkan pelajaran yang lebih personal.

Perjalanan sekitar 10.000 kilometer dari Malang itu mempertemukannya dengan praktik kebersamaan yang sederhana, tetapi bermakna. Santy melihat bahwa sebuah komunitas dapat berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang ramah, mengurangi keterasingan, dan memperkuat hubungan sosial.

Sebagai pendiri Santy Trip, ia membawa pulang pengalaman yang melampaui urusan perjalanan wisata. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan juga dapat membuka ruang untuk memahami budaya lain dan menemukan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.

Santy berharap semangat Kilden dapat menginspirasi lebih banyak komunitas, termasuk di Malang dan berbagai kota di Indonesia. Ia ingin semakin banyak ruang publik yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk bertemu, berkegiatan, dan saling menguatkan.

Baginya, cahaya paling berkesan dari Norwegia bukan hanya keindahan alamnya. Cahaya itu hadir melalui keramahan, penerimaan, dan kepedulian yang ia rasakan selama berada di Kilden.

Pesan yang dibawanya pulang pun sederhana: setiap orang membutuhkan orang lain, dan setiap orang memiliki arti bagi kehidupan sesamanya.

Santy
Founder Santy Trip – Malang

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *