JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Deretan stan UMKM yang menjajakan aneka produk makanan, minuman, kerajinan, hingga fesyen memenuhi kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Rabu (22/7/2026).
Suasana ramai itu menandai dibukanya Gebyar UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.
Tak sekadar menjadi ajang pameran, kegiatan yang digagas Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kediri itu diharapkan mampu menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang membuka kegiatan tersebut menyebut, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Prinsipnya pemerintah daerah selalu mendukung apa pun yang bisa memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi, baik di tingkat bawah, menengah, maupun atas. Hari ini Dekopinda memperingati Hari Koperasi dengan menggelar Gebyar UMKM,” kata Mas Dhito.
Sebanyak 80 stan UMKM ikut meramaikan kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar dalam rangkaian Harkopnas di Kabupaten Kediri.
Beragam produk lokal dipamerkan, mulai dari kuliner olahan, produk rumah tangga, hingga kerajinan tangan hasil karya pelaku usaha setempat.
Mas Dhito berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai ajang berjualan selama beberapa hari, tetapi mampu membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.
“Kita doakan lancar, membawa berkah bagi pelaku UMKM, bagi Dekopinda, dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini,” ujarnya.
Di sela kunjungannya ke sejumlah stan, Mas Dhito mengaku masih menemukan pelaku usaha yang mengandalkan penjualan secara konvensional. Menurutnya, pola pemasaran harus mulai berubah mengikuti perkembangan teknologi.
“Saya tadi bertanya, apakah pemasarannya sudah masuk media sosial atau e-commerce. Kalau tidak mengikuti perkembangan zaman, tentu akan berat karena persaingan sekarang sudah masuk ke dunia digital,” katanya.
Bagi Mas Dhito, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar produk UMKM Kediri mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, mengatakan, Gebyar UMKM menjadi warna baru dalam peringatan Harkopnas tahun ini.
Ia menyebut kegiatan tersebut lahir dari semangat gotong royong gerakan koperasi tanpa bergantung pada penyelenggara komersial.
Tujuannya sederhana, yakni memberi ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal sekaligus meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.
“Tahun ini ada 80 stan UMKM. Harapan kami, tahun depan bisa lebih banyak lagi karena setiap tahun harus lebih baik daripada tahun sebelumnya,” ujar Buat.
Menurutnya, semangat Hari Koperasi tidak hanya berbicara tentang kelembagaan koperasi, tetapi juga bagaimana koperasi mampu hadir mendampingi UMKM agar naik kelas.
Karena itu, Dekopinda juga menyiapkan program pelatihan bagi generasi muda berusia di bawah 40 tahun agar tertarik mengenal koperasi sekaligus memahami pengelolaan usaha yang sehat.
“Kami ingin koperasi tidak berhenti pada generasi sekarang. Anak-anak muda harus mulai dilibatkan supaya koperasi tetap hidup dan berkembang di masa depan,” katanya.
Gebyar UMKM menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya.”
Selain pameran UMKM, rangkaian kegiatan juga diisi sarasehan perkoperasian dan akan dilanjutkan dengan jalan sehat sebagai upaya memperkuat peran koperasi sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Kediri.


















