JATIMTERBARU.COM, KOTA MALANG – Peristiwa kebakaran melanda area Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Kobaran api diketahui bersumber dari ruang pengelolaan makanan sebelah selatan. Kendati demikian, pihak manajemen memastikan insiden ini tidak mengganggu pelayanan medis maupun distribusi logistik bagi para pasien. Rabu (09/09/2026) petang.
Humas RSSA Malang, Syamsul, memberikan penjelasan resmi terkait kronologi penanganan serta dampak dari insiden tersebut.
Respon Cepat Tim Internal dan Damkar
Langkah responsif langsung diambil begitu titik api terdeteksi. Tim internal RSSA bergerak sigap memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga fasilitas hidran gedung sebelum armada pemadam kebakaran (Damkar) Kota Malang tiba di lokasi kejadian.
“Penyebab pastinya masih dalam proses investigasi mendalam bersama pihak terkait. Namun, alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujar Syamsul.
Ia menambahkan bahwa kerusakan material murni terjadi pada struktur fisik bangunan dapur gizi dan tidak mengenai peralatan medis.
Evakuasi 19 Pasien Anak ke Grand Pavilion
Guna mengantisipasi paparan asap pekat yang merembet ke area sekitar, pihak rumah sakit melakukan evakuasi terhadap 19 pasien anak ke gedung Grand Pavilion. Proses pemindahan dilakukan secara terukur dengan pendampingan ketat dari tenaga kesehatan.
“Kondisi 19 pasien anak tersebut dalam keadaan stabil dan tidak menggunakan alat bantu pernapasan maupun infus berat. Penanganan dilakukan dengan prinsip one-on-one, di mana satu pasien didampingi oleh satu tenaga kesehatan, baik perawat maupun dokter,” terang Syamsul.
Layanan Medis dan Logistik Pasien Dijamin Aman
Syamsul menegaskan bahwa pasokan makanan pasien untuk hari ini telah selesai diproses sebelum insiden terjadi, mengingat waktu kejadian berlangsung setelah jam asar (sekitar pukul 15.00 WIB). Kebutuhan konsumsi pasien untuk hari berikutnya juga telah disiapkan skema alternatifnya.
Selain itu, seluruh operasional medis di RSSA Malang, termasuk layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan rujukan ambulans, dipastikan tetap beroperasi normal tanpa hambatan. Petugas telah melokalisir jalur kelistrikan di area terdampak sehingga tidak mengganggu fasilitas medis vital lainnya. (Red)
















