Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Jelang Musim Hujan, Pemkab Kediri Petakan 14 Wilayah Rawan Bencana

85
×

Jelang Musim Hujan, Pemkab Kediri Petakan 14 Wilayah Rawan Bencana

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat mitigasi bencana menjelang musim penghujan. Bersama TNI dan Polri, pemerintah daerah mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami tanah longsor, banjir, angin puting beliung, hingga pohon tumbang.

Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun langkah antisipasi. Selain itu, Pemkab Kediri menyiapkan personel, peralatan, dan sistem koordinasi agar seluruh petugas dapat bergerak cepat ketika bencana terjadi.

Example 300x600

Kesiapan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Apel Gelar Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026 di Sempu Exotic Park, Kabupaten Kediri, Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan, lima kecamatan menghadapi ancaman tanah longsor. Wilayah tersebut meliputi Ngancar, Plosoklaten, Puncu, Kepung, dan Kandangan.

Sementara itu, potensi banjir mengancam Kecamatan Plosoklaten, Pare, Badas, dan Kunjang. Adapun ancaman angin puting beliung serta pohon tumbang perlu mendapat perhatian di Kecamatan Kunjang, Purwosari, Plemahan, dan Papar.

Pemkab Kediri Perkuat Kesiapan Personel

Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana. Pemkab Kediri terus memperkuat sinergi bersama Polres Kediri, Kodim 0809/Kediri, dan seluruh unsur terkait.

Menurut Dewi, setiap petugas harus memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi keadaan darurat. Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan personel, sarana, dan prasarana sekaligus meningkatkan keterampilan petugas melalui simulasi.

Latihan tersebut mencakup teknik evakuasi, penentuan prioritas penyelamatan warga, serta penyiapan titik kumpul yang aman.

“Forkopimda Kabupaten Kediri tentunya siap membackup apabila terjadi bencana. Kami juga sudah mempersiapkan personel, sarana, dan seluruh elemen terkait,” ujarnya.

Dewi berharap seluruh unsur dapat bergerak dalam satu koordinasi. Dengan demikian, petugas mampu memberikan bantuan secara cepat dan tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Polres Kediri Siagakan 500 Personel

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Muhammad Wahyudin Latif menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung penanggulangan bencana. Polres Kediri menyiagakan sekitar 500 personel untuk membantu masyarakat ketika situasi darurat terjadi.

Kesiapan tersebut juga melibatkan BPBD, Kodim 0809/Kediri, Satpol PP, Tagana, relawan, serta berbagai instansi lainnya.

Untuk mempercepat respons, jajaran terkait menyiapkan posko penanganan bencana di sejumlah wilayah rawan. Posko tersebut beroperasi selama 24 jam untuk menerima laporan warga dan mengoordinasikan pergerakan petugas.

“Kami sudah menyiapkan posko-posko di wilayah rawan, baik dari Pemkab, BPBD, Kodim, maupun Polres. Semuanya disiagakan selama 24 jam,” kata Latif.

Kapolres juga meminta seluruh petugas memahami prosedur penyelamatan. Mereka harus mampu menentukan prioritas evakuasi, mengarahkan warga menuju tempat aman, dan mengatur lokasi pengungsian.

Selain penanganan darurat, Polres Kediri turut memperhatikan pemulihan kondisi masyarakat setelah bencana. Upaya tersebut mencakup bantuan kemanusiaan dan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi warga terdampak.

Warga Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Di sisi lain, Dewi mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Hujan deras yang disertai angin kencang dapat memicu bencana dan mengancam keselamatan warga.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika cuaca memburuk, kecuali untuk keperluan mendesak. Warga juga perlu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, masyarakat perlu rutin membersihkan saluran drainase, sungai, serta lingkungan sekitar rumah. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan memicu banjir.

Selain itu, lingkungan yang bersih dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah.

“Mulai dari keluarga, lingkungan RT, sampai sungai-sungai di sekitar kita perlu dijaga kebersihannya. Ini harus diantisipasi sejak dini,” ujarnya.

Pemkab Kediri berharap seluruh elemen masyarakat ikut memperkuat upaya mitigasi. Sinergi pemerintah, TNI-Polri, relawan, dan warga menjadi modal penting untuk menghadapi ancaman bencana.

Melalui pemetaan wilayah rawan, kesiapan 500 personel Polres, serta posko siaga 24 jam, Pemkab Kediri berupaya mempercepat penanganan dan melindungi masyarakat selama musim penghujan.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *