Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Pemkot Batu Perkuat Kolaborasi Posyandu, Tekan Angka Stunting

114
×

Pemkot Batu Perkuat Kolaborasi Posyandu, Tekan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Walikota Batu, Nurrohman meninjau Posyandu (foto istimewa)

JATIMTERBARU.COM, BATU — Upaya memperkuat pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak di Kota Batu terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah Kota Batu bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) dan Indomaret menghadirkan kegiatan Posyandu Satu Hati sebagai ruang sinergi untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang anak.

Example 300x600

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Selasa (8/9/2026), menempatkan Posyandu bukan sekadar sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi membangun kesadaran keluarga terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, memberikan apresiasi terhadap konsistensi kader Posyandu yang selama ini berada di garis terdepan dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat.

Peran kader dinilai semakin strategis karena mereka bersentuhan langsung dengan keluarga, khususnya dalam memantau kondisi ibu dan anak secara berkala.

Menurut Siti, pencegahan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah maupun tenaga kesehatan. Keluarga memiliki posisi utama dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang memadai, pola pengasuhan yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Karena itu, kesehatan dan tumbuh kembang mereka menjadi tanggung jawab kita bersama. Mari terus berkolaborasi agar tidak ada lagi anak yang mengalami stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menekankan bahwa peningkatan kualitas kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.

Pemerintah, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan TP PKK, kader Posyandu, pelaku usaha, hingga masyarakat agar berbagai program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi upaya membangun sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih partisipatif. Pemerintah Kota Batu membuka ruang bagi masyarakat, terutama kaum ibu, untuk menyampaikan berbagai masukan mengenai kebutuhan dan persoalan kesehatan melalui pemerintah desa maupun kecamatan.

Nurochman menilai aspirasi masyarakat memiliki posisi penting dalam menentukan arah kebijakan. Masukan yang dihimpun dari tingkat paling bawah dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi pemerintah dalam merancang program yang lebih tepat sasaran.

“Masukan dari masyarakat menjadi feedback bagi pemerintah untuk menyusun program yang benar-benar dibutuhkan,” kata Nurochman.

Melalui Posyandu Satu Hati, Pemerintah Kota Batu berharap keterlibatan berbagai pihak semakin terintegrasi dalam memperkuat pelayanan Posyandu. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap percepatan pencegahan stunting, tetapi juga membangun fondasi kesehatan anak yang kuat sejak awal kehidupan.

Pada akhirnya, investasi terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Kota Batu.

Anak-anak yang tumbuh sehat, mendapat pendampingan optimal, dan memiliki lingkungan keluarga yang mendukung diharapkan menjadi generasi yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Generasi Emas Indonesia 2045.

 

Sumber Prokopim Pemkot Batu

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *