Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Berita

Wapres Gibran Dorong Daya Saing Industri Nasional

82
×

Wapres Gibran Dorong Daya Saing Industri Nasional

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan sektor industri untuk menyiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, serta siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Pesan tersebut mengemuka saat Gibran mengunjungi pabrik PT Insera Sena, produsen sepeda merek Polygon, di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (16/10/2026). Dalam agenda itu, Gibran bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sidoarjo Subandi meninjau aktivitas manufaktur sekaligus melihat penerapan pembelajaran berbasis industri bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK).

Example 300x600

Kunjungan ini memperlihatkan pentingnya pengalaman kerja secara langsung bagi pelajar vokasi. Siswa SMK Islam Krembung dan SMKN 2 Buduran mendapat kesempatan mengenal proses produksi, teknologi manufaktur, serta lingkungan kerja melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan kunjungan industri.

Perkuat Keterampilan Siswa melalui Pengalaman Industri

Gibran mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam membuka akses pembelajaran bagi siswa. Menurutnya, kesempatan untuk mengenal teknologi dan alur produksi secara langsung dapat memperluas wawasan pelajar sekaligus membantu mereka memahami tuntutan dunia kerja.

“Saya mengapresiasi kesempatan yang diberikan perusahaan bagi anak-anak SMK untuk mempelajari langsung teknologi dan cara kerja di dunia industri. Ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas SDM muda Indonesia,” tutur Gibran.

Ia menilai, pendidikan vokasi perlu terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan perusahaan. Karena itu, sekolah dan pelaku industri harus membangun komunikasi yang kuat agar materi pembelajaran selaras dengan keterampilan yang dibutuhkan di lapangan.

Melalui pendekatan tersebut, lulusan SMK diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan menghasilkan gagasan baru.

Gibran juga mengingatkan para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di lingkungan perusahaan secara optimal. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki dunia kerja maupun mengembangkan potensi di bidang industri.

“Gunakan kesempatan ini dengan baik. Serap ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal ke depan memasuki dunia kerja. Jadikan ini sebagai kesempatan untuk menciptakan inovasi,” pesannya.

Polygon Perkuat Inovasi dan Pasar Ekspor

CEO PT Insera Sena, Soni Hartanto, menyambut positif kunjungan Wakil Presiden. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap industri manufaktur dapat memperkuat optimisme pelaku usaha dalam mengembangkan produk nasional.

Soni menjelaskan, perusahaan terus mengandalkan riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas serta daya saing sepeda Polygon. Proses pengembangan produk tersebut melibatkan tenaga kerja Indonesia, mulai dari tim riset hingga bagian produksi.

“Kami menunjukkan bagaimana kami mengembangkan produk sendiri. Kami juga memperlihatkan bahwa tim riset dan produksi kami merupakan anak bangsa,” ujarnya.

Selain mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, perusahaan juga mendorong pemanfaatan komponen dan industri pendukung dalam negeri. Langkah ini berperan penting dalam memperkuat rantai pasok nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah produk manufaktur Indonesia.

Dari sisi pemasaran, PT Insera Sena telah menjangkau pasar internasional dengan porsi ekspor sekitar 70 persen dari total produknya. Eropa, terutama Prancis, menjadi tujuan ekspor terbesar perusahaan. Selain itu, Polygon juga memasarkan produknya ke Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

“Kurang lebih 70 persen produk kami ekspor. Pasar terbesarnya masih di Eropa, terutama di Perancis. Amerika, Kanada, dan Australia juga menjadi pasar ekspor utama kami,” jelas Soni.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa industri manufaktur dalam negeri memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan pasar global. Namun, keberlanjutan pertumbuhan itu membutuhkan dukungan tenaga kerja terampil, inovasi produk, dan ekosistem industri yang kuat.

Serap Tenaga Kerja Lokal dan Perkuat Industri Daerah

Bupati Sidoarjo Subandi menilai keberadaan pabrik Polygon memberikan kontribusi penting bagi perekonomian daerah. Selain menghasilkan produk berorientasi ekspor, perusahaan juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Menurut Subandi, kemampuan produk manufaktur asal Sidoarjo menembus pasar internasional menjadi bukti bahwa industri lokal memiliki potensi untuk bersaing di tengah persaingan global.

“Kehadiran pabrik ini membuktikan bahwa produk manufaktur asal Sidoarjo mampu bersaing dan diakui di pasar internasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penyerapan ribuan tenaga kerja lokal sebagai salah satu manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Aktivitas industri berskala besar turut membuka peluang bagi sektor pendukung, termasuk pemasok komponen dan pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang mencapai lebih dari 60 persen memperlihatkan pentingnya keterlibatan industri nasional dalam proses manufaktur. Kondisi ini membuka ruang bagi industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengambil peran dalam rantai pasok perusahaan.

“Keberadaan pabrik berskala besar ini penting bagi pemerintah daerah karena mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal,” ungkap Subandi.

Sinergi antara pemerintah, sekolah vokasi, dan perusahaan menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat tersebut. Dunia pendidikan dapat menyiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, sedangkan perusahaan menyediakan ruang pembelajaran dan pengalaman kerja yang relevan.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pendidikan vokasi diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi perubahan. Pada saat yang sama, industri nasional dapat memperkuat kapasitas produksi, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *