JATIMTERBARU.COM, KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus mematangkan rencana penyediaan fasilitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang representatif bagi warganya.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), pemerintah daerah kini tengah bersiap memanfaatkan lahan milik KPH Perhutani Malang di kawasan Jalan Lingkar Barat (Jalibar), Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, sebagai lokasi TPU kota yang baru.
Langkah ini diambil setelah Disperkim berkolaborasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Oro-Oro Ombo dan KPH Perhutani Malang melakukan peninjauan lapangan.
Dari hasil survei bersama tersebut, lahan seluas kurang lebih dua hektar dinilai potensial dan memenuhi kualifikasi untuk dikembangkan sebagai fasilitas publik strategis ini.
Kepala Disperkim Kota Batu, Drs. Arief As Siddiq, M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada KPH Perhutani Malang guna mengoordinasikan langkah perencanaan sekaligus tahapan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
“Kami telah mengirimkan surat permohonan terkait perencanaan dan rencana sosialisasi bersama warga Desa Oro-Oro Ombo. Saat ini, kami tengah menunggu surat jawaban resmi dari pihak KPH Malang,” ujar Arief saat dikonfirmasi oleh media, Kamis (23/7/2026).
Arief menegaskan pentingnya keselarasan langkah di antara seluruh pemangku kepentingan sebelum sosialisasi masif dilakukan. Upaya ini bertujuan agar Pemkot Batu, KPH Perhutani Malang selaku pengampu wilayah, dan Pemdes Oro-Oro Ombo dapat menyampaikan narasi yang utuh dan satu suara kepada masyarakat.
Sebagai putra daerah asli Kota Batu, Arief menekankan bahwa proyek ini murni diproyeksikan untuk kemaslahatan jangka panjang seluruh lapisan masyarakat, mengingat hingga saat ini Kota Batu belum memiliki fasilitas TPU mandiri berskala besar.
Oleh karena itu, Disperkim membuka ruang dialog yang seluas-luasnya bagi kritik, saran, maupun masukan konstruktif dari warga.
“Penyediaan TPU ini adalah investasi sosial jangka panjang, bahkan untuk generasi anak cucu kita ke depan. Sangat disayangkan jika tidak kita perjuangkan bersama. Kami ingin mewujudkan fasilitas terpadu yang tertata, seperti pengelolaan pemakaman di beberapa wilayah maju lain, contohnya Bali,” terangnya.
Ia juga mengimbau kepada warga Desa Oro-Oro Ombo dan masyarakat Kota Batu secara luas agar tetap kondusif serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif dari pihak luar yang mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan umum.
Mengakhiri penjelasannya, pejabat berlatar belakang Magister Hukum ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merapatkan barisan dalam mendukung berbagai program pembangunan strategis pemerintah daerah.
Dukungan kolektif ini dinilai krusial demi mewujudkan visi besar pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Melalui semangat kebersamaan ini, mari kita dukung penuh visi misi ‘Mbatu SAE’. Dengan kekompakan seluruh warga, kita optimistis Kota Batu akan semakin maju, sejahtera, serta sektor pariwisata, UMKM, dan pertaniannya mampu bersinar, baik di kancah nasional maupun internasional,” tandasnya.(*)


















