Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Disperindag Sebut Lesunya Daya Beli Jadi Tantangan Pasar Tradisional

55
×

Disperindag Sebut Lesunya Daya Beli Jadi Tantangan Pasar Tradisional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Kediri periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Aula MA Sejahtera, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (17/7/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum memperkuat kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Kediri dengan para pedagang pasar tradisional di tengah perlambatan aktivitas perdagangan akibat melemahnya daya beli masyarakat.

Example 300x600

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan, keberadaan APPSI diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menyerap aspirasi pedagang sekaligus merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di pasar rakyat.

Menurut Tutik, pengelolaan pasar membutuhkan kolaborasi seluruh pihak karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

“Mengelola pasar tidak bisa sendiri. Perlu kolaborasi dan sinergi. Salah satu upaya yang akan kami lakukan adalah membangun sinergitas dengan DPD APPSI Kabupaten Kediri,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Kediri memiliki 16 pasar daerah dengan sekitar 7.000 pedagang aktif yang menggantungkan perekonomiannya dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Meski demikian, berdasarkan hasil pemantauan Disperindag, kondisi perdagangan di sejumlah pasar sedang mengalami perlambatan.

“Secara umum memang ada sedikit penurunan menurut evaluasi kami. Daya beli masyarakat juga menurun. Situasi pemutusan hubungan kerja di beberapa sektor ikut berpengaruh, ditambah kondisi ekonomi global,” kata Tutik.

Ia menambahkan, perubahan harga komoditas yang berlangsung sangat dinamis juga ikut memengaruhi omzet pedagang. Ada komoditas yang mengalami kenaikan harga, sementara komoditas lain justru mengalami penurunan sehingga memengaruhi pola transaksi masyarakat.

Meski menghadapi kondisi tersebut, Tutik mengapresiasi semangat para pedagang yang tetap menjalankan aktivitas usahanya.

“Saya monitoring ke beberapa pasar dan kondisinya memang seperti itu. Tetapi teman-teman pedagang tetap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dengan tetap membayar retribusi dan tetap semangat berdagang,” ujarnya.

Ia memastikan Disperindag akan terus mendampingi pedagang sesuai arahan Bupati Kediri, termasuk menyusun langkah-langkah yang dapat membantu pedagang bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Sebagai tindak lanjut pengukuhan kepengurusan APPSI, Disperindag juga akan segera menggelar pembahasan bersama untuk menyelaraskan program kerja organisasi dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Kami akan segera berdiskusi dan menyinkronkan program kerja APPSI dengan program Disperindag sehingga upaya pembinaan terhadap pedagang bisa berjalan bersama,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten Kediri periode 2026–2031, Muntoha, mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan pedagang pasar yang saat ini menghadapi perlambatan usaha.

Menurut dia, setelah pengukuhan, APPSI akan menyusun program kerja melalui musyawarah kerja dengan mengacu pada arahan organisasi di tingkat provinsi dan pusat, sekaligus menyesuaikan kebutuhan pedagang di Kabupaten Kediri.

“Kami akan memformulasikan program sesuai kondisi daerah. Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana pedagang pasar yang saat ini sedang lesu bisa tetap bertahan,” ujar Muntoha.

Ia menambahkan, APPSI akan aktif menyerap aspirasi pedagang dari 16 komisariat pasar di Kabupaten Kediri, sekaligus memberikan pendampingan dan advokasi apabila diperlukan.

Muntoha mengajak seluruh pedagang untuk tetap optimistis menghadapi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Dalam perdagangan selalu ada masa sepi dan masa ramai. Yang terpenting sekarang adalah bertahan dan terus berusaha. Kami ingin memberikan penguatan kepada pedagang agar tetap optimistis menghadapi situasi ini,” katanya.

Melalui kepengurusan baru APPSI, pemerintah daerah berharap koordinasi dengan para pedagang semakin kuat sehingga kebijakan yang disusun dapat menjawab persoalan di lapangan sekaligus menjaga keberlangsungan pasar tradisional sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Kediri.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *