Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Akselerasi Sinergi Eksekutif-Legislatif, Wali Kota Malang Buka Forum Nasional ASDEKSI 2026

25
×

Akselerasi Sinergi Eksekutif-Legislatif, Wali Kota Malang Buka Forum Nasional ASDEKSI 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Dalam upaya memperkuat pilar tata kelola pemerintahan daerah yang harmonis dan akuntabel, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi membuka Forum Nasional Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat DPRD, Jumat (24/7/2026).

Agenda strategis yang berlangsung di Hotel Savana Kota Malang ini diinisiasi oleh Asosiasi Sekretaris DPRD Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (ASDEKSI).

Example 300x600

Sebanyak 500 delegasi yang merepresentasikan 150 Sekretariat DPRD (Setwan) dari berbagai penjuru tanah air hadir untuk merumuskan respons kolektif terhadap dinamika regulasi kontemporer.

Tahun ini, ASDEKSI mengusung tema yang sangat krusial dan berorientasi pada ketahanan fiskal daerah, yakni fasilitasi penyusunan APBD Perubahan TA 2026, rancangan APBD TA 2027, serta penguatan tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Sekretariat DPRD.

Menjaga Ritme Kemitraan Eksekutif dan Legislatif

Dalam pidato pembukaannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menggarisbawahi posisionalitas Sekretariat DPRD yang memiliki karakteristik unik sekaligus strategis dibandingkan perangkat daerah lainnya.

Sebagai institusi penjembatan (bridging institution), Setwan dituntut memiliki profesionalisme tinggi demi menjaga stabilitas hubungan kerja antara kepala daerah dan parlemen.

“Relevansi tema yang diangkat kali ini sangat tepat di tengah kompleksitas perubahan regulasi, dinamika politik, serta fluktuasi kebijakan fiskal yang menuntut kemampuan adaptasi aparatur secara cepat dan tepat,” ujar pria yang akrab disapa Pak Mbois tersebut.

Wahyu juga menitipkan pesan retoris mengenai pentingnya menegakkan asas akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan birokrasi, guna mengukuhkan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance).

Dampak Pengganda bagi Ekonomi Kreatif Malang

Selain menjadi ruang diseminasi kebijakan dan peningkatan kompetensi, Wahyu mengapresiasi penunjukan Kota Malang sebagai tuan rumah.

Kehadiran ratusan delegasi nasional ini dinilai memberikan kontribusi langsung terhadap kesuksesan program prioritas pemerintah daerah, yakni “Gerakan 1.000 Event”.

Program yang dirancang untuk mengaktivasi ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif ini terbukti memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan.

Sektor Perhotelan & Akomodasi:

Mengalami lonjakan okupansi yang positif selama perhelatan berlangsung yaitu :

Sektor Kuliner & UMKM : Menjadi destinasi sekunder para peserta, sekaligus menggerakkan roda ekonomi akar rumput.

Industri Kreatif : Mendapatkan stimulus segar di tengah tantangan efisiensi anggaran pasca-pandemi.

“Para peserta tidak hanya datang untuk menimba ilmu, tetapi juga menikmati lanskap wisata, kekayaan kuliner, hingga produk UMKM khas Malang. Ini menjadi bukti nyata bagaimana event berskala nasional mampu menggerakkan ekonomi lokal secara inklusif,” tambah Wahyu.

Optimisme Menuju Tata Kelola yang Efektif

Menutup arahannya, Wahyu Hidayat mengajak seluruh anggota ASDEKSI untuk memanfaatkan ruang kolaborasi ini sebagai momentum transformasi birokrasi daerah.

Sinergi yang kokoh antara peningkatan kapasitas SDM dan komitmen integritas diharapkan mampu menjadi fondasi dalam melahirkan kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Melalui forum nasional ini, ASDEKSI kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak profesionalisme aparatur parlemen daerah, demi terwujudnya hubungan eksekutif-legislatif yang produktif dan seimbang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *