JATIMTERBARU.COM, MALANG – Langkah strategis untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah Malang Selatan resmi dimulai.
Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Malang 1 di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jumat (31/7/2026).
Kehadiran fasilitas pendidikan terpadu berasrama ini diproyeksikan menjadi ikon baru mercusuar pendidikan di wilayah selatan Kabupaten Malang, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memutus rantai ketimpangan akses pendidikan.
Sebagai kepala daerah, Bupati Sanusi menaruh perhatian besar pada proyek percontohan ini. Dalam momentum tersebut, beliau menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menempatkan SRT Jatim 4 di wilayahnya.
Keberadaan sekolah ini dinilai sebagai jawaban konkret atas tantangan geografis dan ekonomi yang kerap dihadapi masyarakat dalam memperoleh pendidikan bermutu.
“Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dan siap mengawal penuh kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi Jatim 4 ini. Keberadaan sekolah berasrama dengan fasilitas modern di pelosok Bantur ini adalah langkah strategis untuk menaikkan kelas kualitas SDM sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan,” ujar Bupati Sanusi.
Bupati Sanusi menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Malang dalam memastikan keberlanjutan program jangka panjang ini.
“Kami tidak ingin ini hanya sekadar seremonial. Pemkab Malang siap mendukung penuh seluruh ekosistem operasional sekolah ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan luas oleh masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu di Malang Selatan. Dari sini, kita akan melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di kancah nasional,” tegasnya.
Pada tahun pertama operasionalnya, sebanyak 323 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai menapaki masa orientasi.
Melalui sistem boarding school (berasrama), para siswa tidak hanya dibekali dengan kurikulum akademik formal yang kuat, melainkan juga penanaman karakter, disiplin, tatakrama, dan kemandirian secara intensif.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam arahannya turut memotivasi para peserta didik baru.
Menurutnya, sistem pendidikan di Sekolah Rakyat didesain khusus agar anak-anak dari latar belakang kurang beruntung secara ekonomi tetap mendapatkan fasilitas belajar modern dan nyaman yang setara dengan sekolah unggulan perkotaan.
Dengan dibukanya SRT Kabupaten Malang 1, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang menorehkan babak baru dalam peta pendidikan daerah.
Investasi jangka panjang pada sektor pendidikan ini diharapkan menjadi fondasi kokoh untuk mencetak generasi tangguh penyokong visi besar Indonesia Emas 2045.(*)
Sumber Prokopim Pemkab Malang
















