Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Evaluasi Rusunawa Pucang, Wabup Sidoarjo Instruksikan Pembenahan Fasilitas dan Penanganan Limbah Lingkungan

98
×

Evaluasi Rusunawa Pucang, Wabup Sidoarjo Instruksikan Pembenahan Fasilitas dan Penanganan Limbah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, SIDOARJO – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pucang, Kecamatan Sidoarjo, pada Senin (10/8/2026).

Langkah ini diambil untuk merespons berbagai aspirasi warga terkait penurunan kualitas hunian, kebersihan lingkungan, hingga masalah kenyamanan kawasan.

Example 300x600

Dalam tinjauan yang didampingi jajaran Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (P2CKTR) serta Forkopimka Sidoarjo tersebut, Wabup menyisir tiga blok hunian lima lantai (Gedung A, B, dan C). Peninjauan difokuskan pada kondisi fisik bangunan serta efektivitas tata kelola fasilitas publik.

Dari hasil dialog dan pemantauan di lapangan, persoalan utama yang mengemuka adalah minimnya tenaga kebersihan.

Saat ini, perawatan tiga gedung berlantai lima tersebut hanya dibebankan kepada dua orang petugas, yang dinilai tidak proporsional untuk menjaga kerapian lingkungan hunian.

Selain masalah sampah dan kebersihan, sejumlah fasilitas vital juga membutuhkan pembenahan mendesak:

* Infrastruktur Bangunan: Ditemukan titik-titik kebocoran atap yang berpotensi merusak struktur dan mengganggu penghuni.

* Keamanan dan Penerangan: Perlu peningkatan sistem pencahayaan di area umum serta pengadaan kamera pengawas (CCTV) untuk menjamin keamanan warga.

Mimik menegaskan, hak-hak dasar warga sebagai penyewa berbayar harus dipenuhi secara profesional dan manusiawi.

“Karena masyarakat telah menunaikan kewajiban membayar sewa setiap bulan, maka hak mereka atas hunian yang layak, bersih, dan aman wajib dipenuhi secara optimal,” tegas Mimik.

Rusunawa Pucang saat ini dihuni oleh 226 kepala keluarga dari total kapasitas 297 unit (tingkat okupansi 85 persen), dengan tarif sewa lantai dasar mencapai Rp545 ribu per bulan termasuk fasilitas listrik dan air.

Menanggapi potensi sektor ini, Wabup mengindikasikan bahwa per Juni 2026, akumulasi pendapatan dari lima lokasi rusunawa di Sidoarjo telah menembus angka Rp7,3 miliar.

Ia menginstruksikan agar realisasi pendapatan daerah tersebut diprioritaskan kembali (re-invested) untuk pemeliharaan rutin, perawatan berkala, dan renovasi kelayakan gedung.

Tidak hanya persoalan internal rusun, sidak ini juga menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan pencemaran asap dan bau dari kawasan industri sekitar.

Wabup memfasilitasi audiensi langsung antara perwakilan warga dengan manajemen PT Sekar Laut Tbk.

Meski pemeriksaan awal pihak perusahaan belum menunjukkan adanya keterlibatan dalam sumber asap tersebut, komitmen untuk melakukan verifikasi ulang serta audit lingkungan bersama telah disepakati.

Pemkab Sidoarjo berjanji akan mengawal proses penelusuran potensi polusi ini hingga menemukan solusi yang adil bagi seluruh pihak.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *