Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Bakorwil Malang Perkuat Aksi Konvergensi Cegah Stunting

117
×

Bakorwil Malang Perkuat Aksi Konvergensi Cegah Stunting

Sebarkan artikel ini

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan berbasis data.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui Monitoring Evaluasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) serta Pelaksanaan Aksi Konvergensi Kabupaten/Kota Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Bakorwil Malang, Selasa (1/9/2026).

Example 300x600

Kegiatan yang dibuka Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, tersebut diikuti unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama sembilan kabupaten/kota di wilayah kerja Bakorwil Malang, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Surabaya, dan Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 45 peserta dari berbagai perangkat daerah turut mengikuti forum tersebut.

Asep menegaskan, persoalan stunting tidak semata berkaitan dengan pertumbuhan fisik maupun pemenuhan gizi anak. Lebih jauh, stunting merupakan persoalan pembangunan sumber daya manusia yang dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan hingga produktivitas pada masa mendatang.

“Stunting bukan semata-mata persoalan pertumbuhan fisik anak atau masalah gizi, tetapi merupakan persoalan pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang,” tegas Asep.

Karena itu, menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan sejak hulu dan tidak menunggu anak mengalami gangguan pertumbuhan.

Intervensi perlu dimulai sejak remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga masa tumbuh kembang anak.

“Kita harus memperkuat intervensi sejak hulu, jangan tunggu anak menjadi stunting,” ujarnya.

Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan stunting sebagai bagian dari upaya pembangunan sepanjang siklus kehidupan.

Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan, kondisi lingkungan, serta berbagai intervensi spesifik dan sensitif yang mendukung tumbuh kembang anak.

Dalam forum tersebut, Asep mengingatkan agar Aksi Konvergensi tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif.

Setiap tahapan harus menghasilkan intervensi nyata yang terencana, terlaksana, terukur, dan memberikan dampak bagi kelompok sasaran.

Aksi Konvergensi PPPS sendiri merupakan bagian dari siklus manajemen kinerja, mulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan intervensi hingga monitoring, evaluasi, serta tindak lanjut.

“Aksi Konvergensi tidak semata-mata menjadi pemenuhan tahapan administratif, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan intervensi benar-benar terencana, terlaksana, dan memberikan hasil,” kata Asep.

Monitoring dan evaluasi Semester I 2026 menjadi ruang bagi sembilan daerah untuk memaparkan perkembangan capaian PPPS, progres Aksi Konvergensi, kendala pelayanan, inovasi, serta rencana tindak lanjut pada Semester II.

Data yang dihasilkan, lanjut Asep, harus mampu menjadi dasar untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan, menentukan kelompok dan wilayah prioritas, memperbaiki desain intervensi, serta memastikan dukungan anggaran semakin efektif dan tepat sasaran.

Forum tersebut sekaligus memperkuat posisi Bakorwil Malang sebagai simpul koordinasi kewilayahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Melalui koordinasi tersebut, berbagai persoalan lintas sektor dan kewilayahan diharapkan dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditindaklanjuti secara lebih terarah.

Asep berharap hasil monitoring dan evaluasi tidak berhenti sebagai laporan, melainkan menjadi early warning system sekaligus pijakan dalam memperbaiki kebijakan dan program penanganan stunting.

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang untuk berkolaborasi, saling belajar, memperkuat koordinasi, dan menghasilkan langkah perbaikan yang konkret untuk Semester II Tahun 2026,” ajaknya.

Ia menambahkan, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai pemerintah daerah, perangkat daerah, tenaga kesehatan, masyarakat, dunia pendidikan hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dengan semangat kolaborasi, gotong royong, dan solusi, Bakorwil Malang mendorong agar upaya pencegahan stunting semakin konvergen, berbasis data, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil.

Sebab, melawan stunting hari ini bukan sekadar menyelamatkan pertumbuhan anak, tetapi merupakan investasi untuk menyiapkan generasi Jawa Timur yang sehat, produktif, dan berkualitas bagi masa depan bangsa.(*)

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *