Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Hukum & Kriminal

Niat Melerai Malah Ditanduk dan Dilempar Botol! Bibir Anggota Dewan Berdarah-Darah!!

73
×

Niat Melerai Malah Ditanduk dan Dilempar Botol! Bibir Anggota Dewan Berdarah-Darah!!

Sebarkan artikel ini
Suasana tegang di luar Gedung DPRD Kabupaten Malang saat kerumunan warga mendatangi lokasi di tengah memanasnya mediasi akses Bendungan Lahor, Jumat (11/9/2026).

JATIMTERBARU.COM, KAB MALANG – Suasana Gedung DPRD Kabupaten Malang mendadak tegang pada Jumat (11/9/2026) sekira pukul 14.01 WIB. Upaya mediasi terkait permohonan pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam berujung pada aksi dugaan penganiayaan fisik.

Atas insiden tersebut, anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Mubarok, resmi melaporkan seorang warga bernama Hadi Wiyono alias Pak Dur ke Polres Malang setelah bibir bawahnya pecah dan berdarah akibat ditanduk dua kali oleh terlapor.

Example 300x600

Kronologi Awal: Berawal dari Cekcok di Lobi

Peristiwa bermula saat Pak Dur mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Malang untuk menyerahkan surat terkait akses Bendungan Lahor. Kedatangannya diterima oleh tiga anggota dewan, yakni Alayk Mubarok, Dofic, dan Zulham Mubarok.

Suasana mendadak tegang setelah terjadi adu mulut sengit antara Pak Dur dan Dofic. Melihat situasi memanas, Zulham mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Pak Dur duduk berdiskusi di bangku lobi.

Namun, Pak Dur menolak dan berjalan keluar menuju halaman depan gedung. Tak ingin konflik meluas, Zulham menyusul ke halaman depan dan membujuk Pak Dur sembari merangkul untuk menenangkan.

“Pak Dur, ayo diselesaikan baik-baik di dalam saja,” terang Zulham.

Makian Kasar dan Tandukan Pertama

Bukannya mereda, Pak Dur justru menolak ajakan tersebut dan melontarkan makian kasar.

“Wes gak, koen iki podo ae DPR taek” (Artinya: “Sudah gak mau, kamu ini sama saja DPR tai”), seru Pak Dur kepada Zulham saat kejadian.

Akhirnya, adu mulut pun tak terhindarkan. Di tengah kerumunan orang yang berusaha melerai, Pak Dur secara tiba-tiba melayangkan tandukan keras menggunakan kepalanya dan diduga mengenai bibir bawah Zulham hingga mengalami luka pecah.

Mencoba Minta Maaf, Malah Diseruduk Kedua Kalinya

Setelah dipisahkan oleh staf di lokasi, Zulham yang beritikad baik berusaha menenangkan dan mendekat kembali. Niat Zulham mendekat adalah untuk meminta maaf agar situasi tetap kondusif dan keributan tidak semakin panjang.

Namun, Pak Dur yang masih diselimuti emosi tetap memaki dan mendekati Zulham. Begitu berhadapan dalam jarak dekat, terlapor tanpa ragu kembali menanduk bibir bawah Zulham untuk kedua kalinya menggunakan kepala hingga kucuran darah keluar dari bibir korban.

Tak berhenti di situ, Zulham dalam laporannya mengungkapkan bahwa Pak Dur juga sempat melempari Zulham dengan botol plastik dan menyiramkan air.

Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Mubarok mendapat perawatan medis usai mengalami luka di bagian bibir akibat ditanduk warga di Gedung Dewan. (Foto: istimewa)

Klaim Pak Dur dan Analisis Forensik Benturan

Di sisi lain, Pak Dur melalui siaran langsung (live) di media sosial sempat memamerkan kondisi kepalanya, meminta dicukur gundul, serta mengklaim mengalami luka benjol akibat ditanduk Zulham dalam insiden tersebut.

Kendati demikian, jika dilihat dari sudut pandang forensik benturan, keberadaan benjol di kepala Pak Dur tidak serta-merta membantah laporan korban. Luka benjol tersebut justru selaras dengan kronologi Laporan Polisi (LP) Zulham.

Analisis hantaman dahi secara aktif ke area bibir dan struktur gigi lawan secara alami memicu gaya balik (rebound force), yang dapat menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit kepala memar atau membengkak.

Saat ini, Laporan Polisi (LP) atas nama Korban Zulham Mubarok telah resmi diproses di Polres Kabupaten Malang dengan menyertakan bukti visum medis serta kesaksian para saksi kunci di TKP.

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *