JATIMTERBARU.COM, KEDIRI – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong peningkatan produktivitas industri gula saat meninjau Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menyoroti pentingnya peningkatan rendemen atau tingkat perolehan gula dari tebu sebagai salah satu kunci mempercepat target swasembada gula konsumsi nasional.

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Musim giling sekarang ditargetkan bisa mencapai 8,5 persen. Artinya ada peningkatan dibanding sebelumnya,” kata Khofifah saat meninjau proses produksi di PG Ngadirejo.
Di lokasi, Khofifah melihat langsung proses industri gula mulai dari pembongkaran tebu, penggilingan, pemurnian nira, kristalisasi hingga pengemasan hasil produksi.
Aktivitas musim giling tampak padat. Truk pengangkut tebu terlihat mengantre memasok bahan baku ke area pabrik.
Menurut Khofifah, tingginya pasokan tebu menjadi indikator meningkatnya produktivitas sektor perkebunan sekaligus tingginya antusiasme petani pada musim panen tahun ini.
Namun, ia meminta pengelola pabrik memastikan kelancaran proses produksi agar antrean pengiriman tebu tidak mengganggu ritme penggilingan.
“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Perbaikan terus dilakukan supaya ritme produksi semakin baik,” ujarnya.
Perlu diketahui bersama bahwa Jawa Timur saat ini masih menjadi tulang punggung industri gula nasional. Berdasarkan data pemerintah provinsi, kontribusi Jatim terhadap produksi gula nasional mencapai sekitar 51 persen.
Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1,34 juta ton, menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Jumlah tersebut melampaui produksi sejumlah provinsi lain seperti Lampung dan Jawa Tengah.
Khofifah menilai capaian itu harus dijaga melalui penguatan produktivitas lahan tebu, peningkatan efisiensi pabrik, dan perbaikan kualitas hasil giling.
“Target nasional adalah swasembada gula konsumsi. Karena itu yang harus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, terutama di Jawa Timur,” katanya.
PG Ngadirejo sendiri merupakan salah satu pabrik gula strategis milik PT SGN dengan kapasitas penggilingan terpasang 7.000 ton cane per day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik tersebut menggiling lebih dari 10,67 juta kuintal tebu.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menyatakan optimistis target swasembada gula nasional dapat dicapai pada akhir 2026.
Menurut dia, optimisme tersebut didukung kenaikan produktivitas tebu, peningkatan hasil produksi gula, serta inovasi yang terus dilakukan industri gula di berbagai wilayah.
“Produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat sekitar 1,5 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadirejo menjadi salah satu pilar swasembada gula nasional,” ungkap Mahmudi.


















