JATIMTERBARU.COM, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah mencairkan Rp 13,975 miliar BLT DBHCTH untuk buruh pabrik rokok.
Pada tahun 2026 ini, BLT diperuntukkan bagi 15.972 buruh dengan besaran Rp 875 ribu/orang.
Baik buruh pabrik rokok yang ada di Bojonegoro maupun yang bekerja di pabrik rokok berlokasi di kabupaten tetangga.
Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026 bagi Buruh Pabrik Rokok, bertempat di Aula Lt 2 Gd. Brotoseno PT. Kareb Alam Sejahtera, Jl. Raya Dander No. 45 Bojonegoro. Penyaluran simbolis pertama di PT Gelora Djaja, Kecamatan Baureno.
Perlu diketahui bahwa terdapat 42 perusahaan rokok di Kabupaten Bojonegoro serta 6 perusahaan di luar Kabupaten Bojonegoro yang pekerjanya berasal dari Bojonegoro dan turut menerima bantuan tersebut. Besaran BLT DBHCHT yang diterimakan sebesar Rp 875 ribu.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, saat hadir di acara penyaluran BLT menjelaskan, jumlah besaran BLT tergantung besaran APBD yang diterima daerah bersumber dari dana transfer DBH migas.
Kendati demikian, nilainya berbeda dari sebelumnya, pihaknya mengingatkan untuk bersyukur karena tidak semua kabupaten dapat.
“Maka menempatkan prioritas dalam penggunaan anggaran menjadi keharusan,” tandasnya, Jumat (22/5/2026).
Sementara itu, Kepala Divisi Produksi PT. Kareb Alam Sejahtera Sutrisno mengucapkan banyak terima kasih. Karyawan yang menerima BLT sebanyak 2.804 orang.
Sehingga harapannya apa yang diberikan pada karyawan bermanfaat untuk semuanya.
“Secara keseluruhan, kami seluruh karyawan mengucapkan terima kasih banyak,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo membeberkan anggaran untuk BLT DBHCTH Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp13,975 miliar.
“Ini untuk memberikan kepastian penyaluran yang akuntabel dan transparan sehingga dapat memberikan manfaat nyata pada masyarakat,” pungkasnya.(*)


















