Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Fondasi Baru Jawa Timur, Urgensi Kompetensi ASN di Balik Megapolitan Malang Raya dan Koridor Selatan

45
×

Fondasi Baru Jawa Timur, Urgensi Kompetensi ASN di Balik Megapolitan Malang Raya dan Koridor Selatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar saat memberikan pemaparan
Example 468x60

JATIMTERBARU.COM, MALANG – Akselerasi pembangunan wilayah tidak lagi sekadar tentang seberapa megah infrastruktur fisik yang dibangun atau seberapa besar anggaran yang dikucurkan.

Di era disrupsi, kunci utama transformasi daerah terletak pada poros penggeraknya: kualitas dan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Example 300x600

Premis krusial inilah yang mengemuka dalam forum Fasilitasi Perencanaan Pengembangan Kompetensi Kampus Satelit Tahun 2026 yang digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Kantor Bakorwil Malang, Rabu (22/7/2026).

Mengusung tema ‘Arah Pengembangan Kompetensi ASN Berbasis Potensi dan Karakteristik Kewilayahan”, forum ini menjadi ajang strategis untuk merumuskan usulan pengembangan kapasitas aparatur untuk tahun 2027.

Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang, Asep Kusdinar, yang hadir sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa pola pikir lama dalam pengembangan kapasitas aparatur harus segera ditinggalkan. ASN tidak boleh lagi sekadar menjadi pengikut administratif yang pasif.

Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar

“Paradigma pengembangan kompetensi ASN harus bergeser dari pendekatan supply driven menuju demand driven. Kita tidak bisa lagi sekadar mengikuti jenis pelatihan yang kebetulan tersedia. Pelatihan harus menjawab kebutuhan nyata pembangunan dan pelayanan publik di lapangan,” ujar Asep tegas.

Menurut Asep, wilayah kerja Bakorwil III Malang memiliki lanskap karakteristik yang luar biasa kaya, mulai dari aglomerasi metropolitan, pusat pendidikan, industri kreatif, hingga kawasan pesisir.

Keragaman ekosistem ini menuntut diferensiasi kompetensi ASN yang presisi dan kontekstual di setiap perangkat daerah.

Dua agenda besar yang kini menjadi perhatian utama Jawa Timur adalah perwujudan Malang Raya Megapolitan (integrasi Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, dan wilayah penyangga) serta akselerasi ekonomi di Koridor Selatan.

Asep mengingatkan bahwa kemajuan megapolitika tidak akan tercapai jika aparatur masih terjebak dalam ego sektoral dan batasan administratif.

Malang Raya Megapolitan, membutuhkan ASN yang menguasai collaborative governance, inovasi pelayanan publik modern, serta transformasi digital guna mengorkestrasi pelayanan terintegrasi.

Hadirnya Jalan Lintas Selatan (JLS) harus diimbangi dengan kesiapan regulasi dan SDM. ASN di wilayah ini dituntut memiliki kapasitas dalam manajemen tata ruang, hilirisasi produk unggulan, pemberdayaan UMKM, hingga mitigasi bencana.

“Koridor Selatan tidak cukup dibangun hanya dengan aspal dan beton infrastruktur. Yang lebih esensial adalah membangun kapasitas ASN agar mampu memfasilitasi investasi dan menghubungkan seluruh potensi lokal menjadi ekosistem ekonomi yang saling menguatkan,” imbuhnya.

Langkah ini juga bersinergi dengan inisiatif, Konsorsium AKSES (Akselerasi Kawasan Selatan-Selatan Jawa Timur) demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Guna menghadapi tantangan kewilayahan tersebut, Asep memetakan sedikitnya empat kompetensi utama yang wajib diadopsi oleh ASN masa depan meliputi

Kompetensi Utama : Output yang Diharapkan, Kemampuan Analisis Kebijakan, Melahirkan regulasi yang adaptif dan tepat sasaran.

Kedua Literasi Digital dan Data : Mendorong tata kelola pemerintahan berbasis data (data-driven governance).

Ketiga, Kolaborasi Lintas Sektor : Menghilangkan sekat birokrasi demi efektivitas program inter-koneksi wilayah.

Keempat, Integritas dan Adaptabilitas : Membentuk postur birokrasi yang bersih dan tangguh menghadapi perubahan serta Investasi Masa Depan Jawa Timur

Menutup paparannya, Asep mengajak seluruh perangkat daerah untuk melihat proses desk perencanaan ini bukan sebagai agenda rutin atau sekadar menyusun daftar Pelatihan Kepemimpinan (Diklat).

Lebih dari itu, ini adalah momentum merancang investasi jangka panjang bagi masa depan Jawa Timur.

“ASN tidak boleh lagi hanya menjadi administrator. ASN harus bertransformasi menjadi economic driver, penggerak kolaborasi, sekaligus katalis pembangunan kawasan.

Ketika kompetensi aparatur kita telah selaras dengan kebutuhan wilayah, maka Malang Raya Megapolitan akan semakin kompetitif, dan Koridor Selatan akan tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Asep optimistis.

 

Sumber Humas Bakorwil III Malang

 

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *