Example 300x600
Example floating
Example floating
Example 1600x408
Pemerintahan

Inovasi Aplikasi ‘DESIS’ Kota Malang Dilirik Kemenkes Jadi Program Percontohan Nasional

51
×

Inovasi Aplikasi ‘DESIS’ Kota Malang Dilirik Kemenkes Jadi Program Percontohan Nasional

Sebarkan artikel ini
Foto : Prokopim Pemkot Malang

JATIMTERBARU.COM, MALANG — Pemerintah Kota Malang kembali menorehkan prestasi di kancah nasional melalui inovasi mutakhir di sektor kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah progresif Pemkot Malang dalam mengakselerasi penanggulangan Tuberculosis (TBC) melalui aplikasi Decision Support System Tuberculosis (DESIS).

Example 300x600

Sistem digital berbasis pemantauan ini dinilai sangat responsif karena mampu memetakan episentrum risiko penularan secara presisi hingga ke tingkat kelurahan dan alamat rumah pasien.

Berkat efektivitasnya, Kemenkes melirik aplikasi DESIS untuk diadopsi dan direplikasi dalam skala nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wamenkes saat memimpin kunjungan kerja bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali, di Puskesmas Cisadea, Kota Malang, Kamis (30/7).

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026.

Benjamin menegaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan bentuk komitmen konkret dalam mengawal arahan Presiden RI yang menempatkan eliminasi TBC sebagai salah satu program prioritas nasional.

Mengingat Indonesia saat ini masih menduduki peringkat kedua dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia, penguatan strategi intervensi mutlak diperlukan.

“Capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC di Indonesia sejatinya telah menunjukkan lompatan signifikan. Saat ini, lebih dari 80 persen kasus yang terdeteksi telah berhasil mendapatkan pengobatan medis. Angka ini meningkat tajam dibanding lima tahun lalu yang baru menyentuh 48 persen,” urai Benjamin.

Meski demikian, Wamenkes menggarisbawahi bahwa tantangan terbesar saat ini terletak pada aspek preventif, khususnya pemeriksaan kontak serumah (household contact tracing).

Selama ini, intervensi klinis cenderung berfokus pada kuratif pasien terdiagnosis, sementara keluarga terdekat yang rentan terpapar kerap terabaikan dari skrining dan Terapi Pencegahan TBC (TPT).

Dalam konteks pencegahan dini tersebut, Kota Malang dinilai berada di langkah yang jauh lebih maju.

Capaian pemeriksaan kontak serumah di Kota Malang telah menyentuh angka 68 persen, sebuah pencapaian yang berada di atas rata-rata performa nasional.

Kota Malang telah sukses membentuk 100 persen Kelurahan Siaga, yang menjadi fondasi kokoh bagi penguatan deteksi dini dan pengendalian berbasis komunitas.

Atas indikator keberhasilan tersebut, Wamenkes secara resmi menetapkan Kota Malang, bersanding dengan Kota Bogor, sebagai daerah percontohan (role model) penanggulangan TBC nasional.

Pilar Keberhasilan Kota Malang meliputi, Integrasi Data Riil via Aplikasi DESIS (Hingga Alamat), Capaian Skrining Kontak Serumah Tinggi (68%), Totalitas Kelurahan Siaga Aktif (100%), Fasilitas & Layanan Puskesmas Terintegrasi secara Penuh.

Selain keunggulan sistem data, Benjamin yang telah mengunjungi 18 provinsi di Indonesia memuji kualitas pelayanan publik di Puskesmas Cisadea sebagai salah satu yang terbaik.

Pihaknya menilai, pemenuhan fasilitas medis, ketersediaan tenaga dokter spesialis gigi, hingga integrasi alur layanan di puskesmas tersebut telah berjalan sangat ideal.

Di akhir keterangannya, Benjamin mengingatkan bahwa target eliminasi TBC tidak akan tercapai melalui kerja tunggal Kementerian Kesehatan.

Dibutuhkan kerja sama multi-sektor yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, otoritas pemerintah daerah, hingga kader kesehatan di akar rumput.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal serumah dengan penderita TBC untuk aktif memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis di fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan terapi pencegahan dini.

Terkait masa depan aplikasi DESIS, Kemenkes berkomitmen penuh untuk mengadopsi arsitektur data sistem tersebut guna memperkuat basis data penanganan TBC secara nasional.

“Kemampuan aplikasi DESIS dalam menyajikan data secara detail dan terintegrasi adalah inovasi bernilai tinggi yang akan kami adaptasi untuk program nasional. Malang memang top,” pungkasnya.

 

Sumber Prokopim Pemkot Malang

 

Example 468x60
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *